Bahasa Indonesia

Rapat Koordinasi KEK Arun Lhokseumawe

Banda Aceh, Senin (26 Februari 2018). Sejak ditetapkan oleh Presiden RI dengan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2017 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe terus mengalami beberapa tantangan. Tim asistensi KEK Arun Lhokseumawe sesuai dengan keputusan gubernur mempunyai beberapa fungsi yang bersifat memberikan bantuan, memberikan pertimbangan kepada Gubernur tentang perkembangan pembangunan KEK Arun Lhokseumawe.

Sedangkan terkait dengan hubungan dengan SKPA, hubungan dengan Badan Pengusaha dan Pembangun serta Dewan Kawasan fungsinya adalah sebagai supporting, oleh karena itu rapat hari ini diselenggarakan agar terciptanya kesepahaman tentang bagaimana upaya mempercepat beroperasinya KEK Arun Lhokseumawe dan juga membangun sinergi agar tim yang ada tidak tumpang tindih sehingga menyebabkan efesiensinya berkurang. Hal tersebut diatas disampaikan oleh  Ketua tim Asistensi Gubernur KEK Arun Lhokseumawe Mawardi Ismail dalam sambutannya pada acara Rapat Koordinasi KEK Arun Lhokseumawe di Hotel Kryad Muraya Banda Aceh.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Aceh Iskandar selaku sekretaris dewan KEK Arun Lhokseumawe menjelaskan dan mereview  perkembangan KEK Arun Lhokseumawe selama 5 Bulan sejak mendapatkan SK Presiden RI. KEK Arun Lhokseumawe berfokus pada beberapa sektor yaitu energi, petrokimia, agro industri pendukung ketahanan pangan, logistik serta industri penghasil kertas kraft. Dari sektor energi (minyak dan gas) akan dikembangkan regasifikasi LNG, LNG Hub/ Trading, LPG Hub/ Trading, Mini LNG Plant PLTG dengan pengembangan pembangkit listrik yang ramah lingkungan atau clean energy solution provider. Infrastruktur logistik juga dikembangkan untuk mendukung input dan output dari industri minyak dan gas, petrokimia dan agro industri, melalui peningkatan infrastruktur pelabuhan dan dermaga berstandar Internasional.

Iskandar menambahkan beberapa sasaran pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus yaitu; meningkatnya penanaman modal melalui penyiapan kawasan yang memiliki keunggulan goekonomi dan geo strategis, optimalisasi kegiatan industri, ekspor impor dan kegiatan ekonomi lain yang memiliki nilai ekonomi tinggi, Adanya percepatan perkembangan dan pertumbuhan ekonomi Aceh Indonesia dan ASEAN melalui pengembangan pusat-pusat  pertumbuhan ekonomi baru untuk keseimbangan pembangunan antar wilayah, dan terwujudnya model terobosan pengembangan kawasan untuk pertumbuhan ekonomi antara lain industri, pariwisata, dan perdagangan sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan.

Pada acara yang dipandu oleh Marthunis dari Bappeda Aceh ini turut menghadirkan Marwadi Yusuf Wakil Direktur PT. Patriot Nusantara, Staf Khusus Gubernur bidang ekonomi dan pembangunan Said Mustafa, dan beberapa Dewan Kawasan KEK Arun Lhokseumawe yang telah mendapatkan SK Presiden Nomor. 26 tahun 2017.(YS)