Bahasa Indonesia

Investasi Sumber Energi Terbarukan di Aceh

Banda Aceh, Selasa (06 Maret 2018). Program kelistrikan di Aceh sedang gencar-gencarnya dilakukan. Hal ini terlihat dari antusiasnya perusahaan yang ingin bekerja sama dengan pemerintah Aceh untuk mewujudkan Aceh yang terang benderang sampai ke pelosok Aceh. Bertempat di ruang rapat Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Aceh dua perusahan yang bergerak dibidang Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yaitu PT.Berjaya Brafo Energi dan PT. Rantepao Hidro Energi mempresentasikan paparannya. 

PT . Berjaya Brafo Energi dan PT. Rantepao Hidro Energi dibentuk dari kerja sama antara PT. Brantas Abripaya (BUMN) dengan yayasan Abipraya Sejahtera. Perusahaan yang berkantor pusat di Jakarta ini menjelaskan rencana pembangunan PLTA ini bertempat di Desa Merah Said Kecamatan Jagong Jeget kabupaten Aceh Tengah dan dengan instal kapasitas 41MW. Sumber dana pembiayaan PLTA Jagong Jeget ini sebesar Rp.1.297 Milyar yang mana 30% dari modal sendiri dan 70% lagi dari pinjaman. Selanjutnya, PT. Rantepao Hidro Energi juga menjelaskan lokasi rencana pembangunan PLTA bertempat di desa Lumut Kecamatan Linge kabupaten Aceh Tengah dengan kapasitas 15 MW. Biaya investasi oleh perusahaan ini sebesar Rp. 396 Milyar juga dengan modal sendiri 30% atau sebesar Rp. 118.80 Milyar dan dana pinjaman 70% atau sebesar Rp. 277.20 Milyar.

Tanggapan dari salah satu peserta rapat yaitu dari Dinas Lingkungan Hidup Aceh menyarankan untuk melakukan kajian lanjutan terutama bagian negatif atau dampak lingkungan yang ditimbulkan. Jangan sampai lokasi yang digunakan akan direlokasi oleh penduduk karena hutan yang digunakan adalah lahan produktif. Marhaini juga mengatakan pihak perusahaan perlu berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk melihat apakah tempat yang digunakan merupakan jalur lintasan gajah (satwa). Hal itu perlu dilakukan karena akan membahayakan manusia apabila gajah mencari jalur lain.

Perwakilan dari PLN Aceh pada kesempatan tersebut juga menerangkan tentang kondisi terkini kelistrikan Aceh. Rencana pembangkit Aceh berdasarkan RUPTL tahun 2017-2026 serta proyeksi pertumbuhan beban dan daya pembangkit sistem kelistrikan Aceh tahun 2017-2026.
Acara ini turut hadir perwakilan dari Dinas Pengairan, BKSDA Aceh, Dinas Pertanahan Aceh, dan ESDM Aceh.(YS)