Event, News, pranala luar

Aceh Usul 9 Isu Strategis

BANDA ACEH - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengusulkan sembilan isu strategis dalam rangka peningkatan perekenomian daerah. Usulan itu disampaikan Nova pada Rapat Koordinasi Gubernur Se-Sumatera yang berlangsung di Bengkulu, Selasa (9/7). 
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh, Dr Aulia Sofyan yang hadir mendampingi Plt Gubernur Aceh mengatakan, kesembilan program yang diusulkan itu termasuk pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Dataran Tinggi Gayo Alas (KPSN-DTGA) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) atau Kawasan Industri Pantai Barat Selatan (Kawasan Pelabuhan Calang dan Kawasan Surin).

Menurut Aulia, Aceh sudah seharusnya fokus pada pengembangan kawasan industri seperti daerah lainnya. Menurutnya, dengan adanya pusat industri yang terintegrasi, posisi Aceh akan menjadi lebih menarik dan ramah kepada calon investor serta mempercepat pertumbuhan ekonomi tidak hanya di Aceh, tapi juga subregional dalam bingkai kerjasama Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT).
Selain itu, Pemerintah Aceh juga mengusulkan pembangunan Kawasan Industri Halal di Surin, Aceh Barat Daya dan di Kuala Langsa Kota Langsa sebagai salah satu kegiatan strategis yang akan dilaksanakan dalam menyusun arah pembangunan ekonomi Aceh ke depan.
“Melalui rakor ini, kita berharap program strategis yang diusulkan dapat mensinergikan program dari daerah lain di Pulau Sumatera dan menjadi masukan kepada pemerintah pusat dalam menangani permasalahan konektivitas di Sumatera,” ujar Aulia.

Isu strategis selanjutkan yang menjadi usulan Plt Gubernur Aceh adalah program revitalisasi kopi Arabica Gayo dari hulu ke hilir mulai dari proses green bean menuju roasting-bubuk, serta pembangunan industri galangan kapal di Lampulo, Banda Aceh, dan usulan program pemerintah untuk mendorong setiap gampong agar memiliki setidaknya satu koperasi, yang terbagi di daerah terdepan, pedesaan, pesisir dan perkotaan.
Terkait bidang pertanian yang selama ini menjadi penopang roda perekonomian di Aceh, Plt Gubernur mengusulkan adanya kajian formulasi terkait bagi hasil perkebunan kelapa sawit yaitu pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. Serta kerja sama pengembangan alternatif bahan bakar dari kelapa sawit dan kerja sama pengembangan alternatif perkerasan jalan dari karet yang memerlukan regulasi terkait standarisasi komposisi yang ideal.

“Alhamdulliah, usulan ini mendapat respons yang baik dari para Gubernur lainnya yang sepakat untuk meminta kepada pemerintah pusat agar mengalokasikan dana bagi hasil dari sektor perkebunan sawit dan hasil hilirisasinya seperti CPO dan lain-lain,” katanya.

Sumber :
https://aceh.tribunnews.com/2019/07/10/aceh-usul-9-isu-strategis

 

Author


Avatar