aceh, pranala luar

Aset Berisiko Dilirik, Emas Anjlok ke Rp887 Ribu per Gram

Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp887 ribu per gram pada Kamis (4/6) atau terkoreksi Rp17 ribu per gram dari Rp904 ribu per gram pada perdagangan sebelumnya. Begitu pula dengan harga pembelian kembali (buyback) yang anjlok Rp25 ribu per gram menjadi Rp776 ribu per gram.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp473 ribu, 2 gram Rp1,71 juta, 3 gram Rp2,54 juta, 5 gram Rp4,21 juta, 10 gram Rp8,36 juta, 25 gram Rp20,78 juta, dan 50 gram Rp41,49 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp82,91 juta, 250 gram Rp207,01 juta, 500 gram Rp413,82 juta, dan 1 kilogram Rp827,6 juta. 
Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.
Sementara harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.705,2 per troy ons atau naik 0,02 persen. Begitu juga dengan harga emas di perdagangan spot yang menguat 0,23 persen ke US$1.703,58 per troy ons pada pagi ini.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan harga emas tertekan karena investor kembali menarik dananya dari aset aman ke aset yang lebih berisiko, seperti valuta asing (valas) dan saham. Hal ini karena sejumlah negara memutuskan melonggarkan kebijakan lockdown, sehingga pasar berekspektasi pemulihan ekonomi akan lebih cepat di global.
"Sentimen positif pembukaan ekonomi telah berhasil menekan harga emas karena pengalihan minat ke aset berisiko meningkat," ucap Ariston kepada CNNIndonesia.com.
Menurutnya, harga emas masih akan berada di kisaran US$1.700 per troy ons hari ini. Tepatnya, Ariston memprediksi harga komoditas itu berada dalam rentang support US$1.670 per troy ons dan resistance US$1.730 per troy ons.

Author


Avatar