Event, investinaceh, News

Kegiatan Sosialisasi Qanun Aceh tentang Penanaman Modal

Selasa, 19 Maret 2019 bertempat di Grand Nanggroe Hotel Banda Aceh dilaksanakan kegiatan Sosialisasi Qanun Aceh mengenai penanaman modal. Adapun kegiatan ini dihadiri oleh kurang lebih 50 orang diantaranya berasal dari SKPA Pemerintah Aceh DPMPTSP Se-Aceh, Asosiasi Pelaku Usaha, dan Perusahaan. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini bermaksud untuk menyampaikan informasi mengenai regulasi terbaru terkait Penanaman Modal kepada publik, Pentingnya peranan regulasi daerah dalam meningkatkan daya saing penanaman modal di Aceh, serta penyamaan persepsi antara pemerintah dan dunia usaha terhadap perubahan regulasi.


Adapun kegiatan kali ini mengahadirkan dua pembicara yang ahli dibidangnya, yaitu kepala biro Hukum Setda Aceh dan Wakil Dekan Fakultas Hukum Unsyiah. Acara yang dilaksanakan dihotel Grand Naggroe ini adalah merupakan sosialisasi atas Qanun Aceh Nomor 5 Tahun 2018 tentang Penanaman modal ini merupakan penggantian terhadap Qanun Aceh Nomor 4 Tahun 2013 perubahan atas Qanun Aceh Nomor 5 Tahun 2009 tentang Penanaman Modal Aceh. Qanun ini telah menyesuaikan dengan PP 24/2018.


Beberapa point yang menjadi fokus pada kegiatan kali ini adalah melakukan pemetaan regulasi terkait investasi (regulatory mapping). Jikalau ada regulasi yang bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi perlu segera disesuaikan agar sinkronisasi dan harmonisasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat bersinergi. Khusus untuk Aceh, kekhususan Aceh merupakan sebuah peluang dimana Aceh dapat bekerjasama secara langsung dengan luar negeri (peraturan Presiden Nomor 11 tahun 2010 tentang kerjasama pemerintah Aceh dengan Lembaga atau Badan di Luar Negeri).

Dalam sambutannya Kepala DPMPTSP mengatakan bahwa “ Qanun 5/2018 menawarkan kebijakan insentif dan kemudahan penanaman modal di Aceh. Aceh memberikan fasilitas pengurangan pajak dan retribusi sampai dengan 60 persen bagi perusahaan yang berinvestasi di Aceh. Qanun ini berlaku bagi seluruh kabupaten/kota di Aceh.” Selain itu, banyak fasilitas dan kemudahan untuk berinvestasi di Kawasan Ekonomi Khusus, dan Kawasan Industri sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku Ujar lulusan doctor dari sebuah Universitas di Australia.


Kegiatan tersebut ditutup dengan sesi Question and Answer yang ditandai dengan antusiasme para tamu undangan. Besar harapan acara tersebut dapat menjadi wadah untuk share informasi mengenai regulasi baru terkait penanaman modal. (UA)

Sumber : 
Asmaul Husna (DATIN)

Author


Avatar