aceh, Bahasa Indonesia, investment, News

Nova Jemput Komitmen Investasi ke Abu Dhabi

Pemerintah Aceh serius menyambut keinginan Uni Emirat Arab (UEA) berinvestasi di Aceh. Pada Sabtu (7/3), Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah bertolak ke Abu Dhabi, menjemput realisasi komitmen invetasi tersebut. 
Selama tiga hari kunjungannya, Nova dijadwalkan akan mengadakan pertemuan dengan Menteri Energi dan Industri UEA, Suhail al-Mazrouei dan Direktur Manajer Badan Pengelola Dana Investasi Kerajaan (Abu Dhabi Investment Authority/ADIA), Sheikh Hameed Al Nahyan.
Dalam pernyataan tertulis yang diterima Serambi, Minggu (8/3), Nova mengatakan, kunjungan itu bertujuan untuk membicarakan realisasi komitmen investasi UEA, terutama di bidang pariwisata, properti, infrastruktur, dan energi.

“Pertemuan ini menjadi satu langkah penting mewujudkan realisasi investasi seperti yang telah dibicarakan antara emir UAE dan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu," kata Nova di Abu Dhabi kemarin.
Upaya jemput bola yang dilakukan Nova ini tak terlepas dari besarnya nilai investasi yang akan dikucurkan UEA, serta adanya dorongan dari pemerintah pusat terhadap Aceh agar memanfaatkan sebaik-baiknya peluang tersebut.

Pada Minggu kemarin (8/3) kemarin, Nova didampingi Duta Besar Indonesia untuk UEA, Husin Bagis, telah melakukan pertemuan kehormatan dengan Menteri Energi dan Industri UEA, Suhail al-Mazrouei.
Beberapa hal yang dibahas antara lain tentang pencapaian investasi Abu Dhabi di Aceh seperti Mubadala Petroleum yang sudah melakukan investasi minyak di wilayah Selat Malaka (Andaman I dan II) dan Indonesia pada umumnya.

Targetnya mereka akan investasi dalam pengembangan proyek yang sudah ada dan dilaksanakan BUMN, seperti pengembangan produksi dan refineri gas dan pengembangan Bandara Sultan Iskandar Muda serta pengembangan pelabuhan Sabang," kata Nova.
Dalam kunjungan selama tiga hari itu, Plt Gubernur Aceh, didampingi oleh KEPALA Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh, Aulia Sofyan, staf khusus, Ir Iskandar MS, dan salah satu direktur PT Pertamina Gas (Pertagas).
Diberitakan sebelumnya, UEA menaruh minat investasi di Aceh, terutama pada bidang properti. Investasi UEA di Aceh ini merupakan bagian dari kesepakatan kerja sama dengan Pemerintah Indonesia dengan nilai US$ 22,89 miliar atau setara Rp 314,9 triliun (kurs Rp 14.000).
"Di Aceh, mereka (UEA) sangat masuk di properti. Nah, minggu depan kami akan bicarakan ini dengan Gubernur Aceh, dan tokoh-tokoh di situ karena ada beberapa persyaratan itu mereka masuk," kata Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan dalam jumpa pers usai mendampingi Presiden Jokowi di Istana Qasr Al Watan Abu Dhabi, Minggu (12/1).
Dalam pertemuan dengan Luhut Kamis (30/1) lalu, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah memaparkan sejumlah potensi investasi Aceh bidang properti (perumahan) dan perhotelan, terutama di wilayah Sabang dan Banda Aceh. Selain itu juga dipaparkan potensi investasi di kawasan pariwisata Pulau Banyak, Simeuleu, dan dataran tinggi Gayo, termasuk investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun dan pembangunan jaringan pipa gas dari Lhokseumawe-Aceh. Nova menargetkan investasi dari UEA sebesar US$ 3 miliar atau sekitar Rp 42 triliun.
Saat itu juga Luhut menghubungi Menteri Energi dan Industri UEA, Suhail al-Mazrouei guna mengatur waktu yang tepat untuk kembali bertemu dan membicarakan kelanjutan investasi ini. Sementara kepada Pemerintah Aceh, sesuai dengan arahan Presiden, diminta agar menjemput bola dan mempermudah seluruh proses masuknya investasi sesuai perundang-undangan.
Artinya, dalam waktu dekat Pemerintah Aceh akan bertemu dengan Menteri Energi dan Industri UAE, bertemu juga dengan adik Pengeran Muhammed Bin Zayed Al Nahyan, dan Managing Director Abudhabi Investment Authority," kata Nova usai bertemu Luhut.

Sumber data : 
https://aceh.tribunnews.com/2020/03/09/nova-jemput-komitmen-investasi-ke-abu-dhabi

Author


Avatar