Bahasa Indonesia, Event, investinaceh, OSS

PEMBUKAAN KEGIATAN BIMBINGAN TEKNIS ONLINE SINGLE SUBMISSION SEKTOR LINGKUNGAN HIDUP KEPADA ASN DPMPTSP PROVINSI, DPMPTSP DAN INSTANSI LINGKUNGAN HIDUP KAB/KOTA SE ACEH Banda Aceh, 03 September 2019

Banda Aceh, kegiatan yang diharapkan dapat menjembatani regulasi/kebijakan dan penerapan sistem perizinan online melalui OSS khususnya sektor lingkungan hidup ini dilaksanakan selama 2 (dua) hari mulai tanggal 3 s/d 4 September 2019 bertempat di Hotel Kyriad Muraya dengan jumlah peserta 50 orang yang berasal dari seluruh ASN DPMPTSP Provinsi, DPMPTSP Dan Instansi Lingkungan Hidup Kab/Kota Se Aceh.
Acara yang dibuka langsung oleh Marzuki, SH, Kepala Bidang Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan A mewakili Kepala DPMPTSP Aceh, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi dan penyamaan persepsi bagi aparatur yang mengelola perizinan sektor lingkungan hidup baik yang ada di Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kab/Kota.

Dalam sambutannya, Marzuki, SH menyampaikan bahwa pengaturan dan penyelenggaraan perizinan harus didasarkan pada norma keterpaduan antara instrumen pengendalian dan penataan serta pembinaan yang disesuaikan dengan rencana tata ruang wilayah (RTRW) dan aspek pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan (suistanable) dengan peraturan sektoral, jika keterpaduan tersebut dipedomani dan diimplementasikan, harapan kita dampak dari eksploitasi sumber daya alam melalui pemberian izin jangan sampai merusak lingkungan hidup dan menyebabkan terjadi bencana atau konflik dikemudian hari.
“pentingnya aspek perlindungan dan pengelolaan lingkungan dalam setiap pemberian sebuah izin, beratnya sanksi yang diberikan baik kepada pelaku usaha dan pejabat yang menerbitkan izin, tentunya kita harus hati-hati dalam mengambil kebijakan terkait perizinan, apalagi dengan berlakunya pp nomor 24 tahun 2018 tentang pelayanan perizinan terintegrasi secara elektronik terjadi perubahan yang signifikan dalam proses pelayanan perizinan, karena lewat peraturan pemerintah dimaksud, pemerintah mengatur antara lain, tentang jenis perizinan berusaha, reformasi perizinan berusaha per sektor, Sistem Online Single Submission (OSS), lembaga OSS, pendanaan OSS, insentif atau disinsentif perizinan berusaha melalui OSS termasuk juga didalamnya tentang izin lingkungan, penyelesaian permasalahan dan hambatan berusaha serta sanksi” ujar beliau.

Menurut beliau kegiatan bimtek ini sangat tepat dilakukan dalam rangka mengantisipasi dinamika perubahan yang begitu cepat, terutama paska penetapan PP nomor 24 tahun 2018.
Turut hadir dalam acara ini narasumber dari BKPM RI yaitu; Pak J. S. Meyer Siburian, saat ini beliau menjabat sebagai Direktur Pembinaan Teknis Perizinan dan Nonperizinan Penanaman Modal Daerah. (datin)

Author


Avatar