aceh, pranala luar

Pertanian Penyangga Pertumbuhan Ekonomi

WAKIL Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi menuturkan, desa-desa di Indonesia berpotensi besar menjadi penyangga pertumbuhan ekonomi nasional pascapandemi covid-19.

Hal itu dimungkinkan karena beragamnya potensi ekonomi yang dimiliki desa, seperti pariwisata, BUMDes, hingga produk pertanian. Potensi itu pun dioptimalisasi oleh pemerintah melalui empat isu besar, yakni ketahanan pangan, revitalisasi BUMDes, digitalisasi ekonomi desa, dan program padat karya tunai desa.

“Ekonomi desa berpeluang lebih cepat rebound, dari semua kajian dan diskusi yang kita lakukan. Desa ini ialah wilayah yang paling rebound pascapandemi covid-19. Karena memang penderita covid sedikit, potensi ekonomi besar,” kata Budi dalam webinar, Rabu (17/6).

Potensi pemulihan ekonomi pun diperkuat dengan ketersediaan pertokoan di 6.809 desa, pasar dengan bangunan permanen di 6.236 desa, pasar dengan bangunan semipermanen di 8.708 desa, pasar tanpa banguan di 4.317 desa dan perhotelan di 1.709 desa. 

Dari berbagai sarana itu, kegiatan ekonomi dapat berputar dan turut memulihkan perekonomian desa yang sempat terhambat pandemi covid-19 karena adanya pembatasan aktivitas fisik.

Terkait kegiatan ekonomi di perdesaan, sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan optimisme tentang ekspor produk pertanian yang terus mengalami pertumbuhan dan peningkatan. “Kita buktikan lagi yang tidak terganggu oleh pandemi covid-19. Yang ekspornya juga tetap jalan ialah pertanian,” kata Mentan di Lembang, Bandung, Selasa (16/6), saat melepas ekspor enam komoditas pertanian asal Jawa Barat. 

Selain di Jawa Barat, ekspor produk pertanian juga berlangsung di Gorontalo. Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, kemarin, dilaporkan melepas ekspor jagung sebanyak 12.400 ton ke Filipina. “Saya mengapresiasi kinerja petani di Provinsi Gorontalo yang tetap produktif di tengah pandemi covid-19 sehingga produksi pangan tetap terjaga. Bahkan mengalami peningkatan. 

Terbukti hari ini kita ekspor lagi perdana sebesar 12.400 ton,” ungkap Rusli Habibie. Fokus Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai NasDem, Charles Meikyansah, menyatakan kerangka kerja ekonomi makro perlu disusun dengan mempertimbangkan dampak covid-19 atas perekonomian nasional. Dalam konteks itu, ia menekankan sektor yang perlu mendapatkan fokus perhatian ialah pertanian. Kebijakan tepat di sektor pertanian, menurut Charles, penting untuk memacu pertumbuhan ekonomi.

 Dengan cara pembelian alat dan mesin, misalnya, peningkatan produksi pertanian dapat diraih. “Keberhasilan sektor pertanian akan berpengaruh sangat signifi kan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.” Di lain sisi, masih menurut Charles, kesejahteraan petani tengah pandemi covid-19 menurun.

Nilai tukar petani (NTP) dan nilai tukar usaha ru- mah tangga pertanian (NTUP) juga ikut menurun. Berkaca data itu, ia mendorong pemerintah mengintervensi kebijakan yang memihak petani. “Kita perlu berpihak kepada kelompok rentan. Apalagi, sebagian besar penduduk Indonesia berpofesi sebagai petani,” tegasnya.

Sumber :
https://mediaindonesia.com/read/detail/321404-pertanian-penyangga-pertumbuhan-ekonomi

Author


Avatar