Event, News

Rapat Rencana Program Kerjasama IMT-GT Aceh 2019

Banda Aceh, Persiapan Pemerintah Aceh dalam mendukung pelaksanaan event the IMT-GT Strategic Planning Meeting (SPM) 2019 yang akan dilaksanakan pada 14-16 Maret 2019 di Kota Bharu, Kelantan, Malaysia, terus diupayakan secara maksimal guna mendukung rencana dan usulan proyek-proyek baru yang akan dimasukkan ke dalam program kerja sama IMT-GT. Untuk itu, DPMPTSP Aceh selaku Sekretariat Daerah IMT-GT Provinsi Aceh mengundang rapat para Kepala SKPA dan Unsur Pemerintah terkait, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Sabang, Kepala bagian Ekonomi Pembangunan Kota Sabang, Kepala Bappeda kota Banda Aceh, Kepala DPMPTSP Kota Banda Aceh, dan Ketua KADIN Daerah Provinsi Aceh pada tanggal 20 Februari 2019, Rabu, di ruang Oproom DPMPTSP Aceh untuk membahas dan memberikan masukan serta kontribusi mengenai program-program kerja sama IMT-GT Provinsi Aceh baik yang sedang berjalan maupun usulan proyek baru.
Rapat yang dipimpin langsung oleh Kepala DPMPTSP Aceh ini juga membahas dan mengevaluasi perkembangan IMT-GT implemantation Blueprint tahun 2018 serta identifikasi dan penyusunan rencana kerja working Group IMT-GT (WG) 2019-2020, yaitu a) WG Transportasi dan Konektivitas ICT, b) WG Pertanian dan Agro Industri, c) WG Pariwisata, d) WG Pengembangan SDM, Edukasi dan Kebudayaan e) WG Produk dan Jasa Halal, f) WG Perdagangan dan Investasi dan g) WG Lingkungan.
Kepala DPMPTSP Aceh mengharapkan rapat ini sebagai awal mula Pemerintah Aceh untuk lebih pro aktif di forum IMT-GT sehingga Provinsi Aceh lebih dikenal dan menarik dijadikan salah satu destinasi wisata bagi wisatawan asing. Selain itu, faktor connectivity seperti air dan maritime connectivity, rencana pembangunan bandara baru di Ujong Seuke, Sabang, dengan landasan pacu yang lebih panjang, keterlibatan pihak swasta dalam IMT-GT, proyek Halal Tourism dan green cities ikut dibahas juga di dalam rapat ini.
Beberapa masukan di dalam rapat diantaranya dari Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, Cut Yusmaniar. Beliau mengharapkan melalui IMT-GT ini Pemerintah Aceh dapat mengusahakan proses ekspor produk perikanan local Aceh langsung dari Aceh tanpa melalui Belawan, Medan, guna memperkenalkan produk bahari Aceh ke dunia international. Selain itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh, Sahrial, juga menambahkan bahwa IMT-GT ini nantinya diharapkan lebih berfokus ke sektor pariwisata terutama eco-tourism. (eka)

Author


Avatar