Jl. Ahmad Yani, No. 39, Peunayong - Banda Aceh Phone: +62651 23170
Event
JAKARTA — Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebutkan bahwa Indonesia menjadi negara tujuan investasi yang menarik bagi perusahaan-perusahaan Eropa. Saat ini Uni Eropa adalah investor terbesar keempat di Indonesia.
“Kami menyambut baik investasi perusahaan Eropa di Indonesia yang juga mendukung industri nasional. Investor Eropa biasanya membawa serta teknologi mutakhir yang juga dapat diterapkan oleh industri lokal. Hal ini sejalan dengan fokus pemerintah yang hendak menjadikan industri Indonesia 4.0,” kata Kepala BKPM Thomas Lembong dalam acara Outlook Ekonomi dan Investasi Indonesia 2019 di Jakarta, Rabu (6/2).
Wakil Ketua Kamar Dagang Eropa di Indonesia (EuroCham) Corine Danielle Tap menyatakan bahwa pemerintah Indonesia sudah dengan tepat menyadari perlunya peningkatan investasi oleh sektor swasta untuk pengembangan teknologi. Hal ini akan meningkatkan daya saing dan efisiensi dari industri nasional, serta memberikan manfaat ekonomi bagi Indonesia dan masyarakat secara keseluruhan.

“Kami sepenuhnya mendukung upaya peningkatan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk  mendorong inovasi di sektor teknologi demi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Hal ini tentu saja dapat dicapai jika pelaku bisnis bekerja sama dengan pemerintah, selaku pembuat kebijakan, untuk mendorong kebijakan yang inovatif guna mengembangkan perekonomian yang berkelanjutan,” ujar Corine.

Sementara itu, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Guérend mengapresiasi kolaborasi antara BKPM dengan EuroCham dalam mempromosikan dialog yang terbuka dan membangun terkait praktik terbaik dalam rangka meningkatkan iklim investasi di Indonesia.

Vincent menggarisbawahi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Uni Eropa-Indonesia (I-EU CEPA) yang saat ini sedang dalam tahap negosiasi dengan Pemerintah Indonesia, menjanjikan beragam kesempatan bagi Indonesia dan Uni Eropa dan dapat lebih mendorong pembangunan ekonomi Indonesia.

“Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Uni Eropa-Indonesia (I-EU CEPA) akan memberikan kerangka kerja yang lebih kuat bagi perdagangan bilateral, dan hubungan investasi, serta menciptakan akses pasar baru untuk UE dan Indonesia. Perjanjian ini akan membawa investasi modal dan transfer teknologi canggih serta pengetahuan yang penting bagi pengembangan keterampilan sumber daya manusia di Indonesia,” katanya.

Sumber : republika.co.id
https://republika.co.id/berita/ekonomi/korporasi/19/02/06/pmhqsn383-bkpm-indonesia-tujuan-investasi-menarik-bagi-eropa

0

Bahasa Indonesia, Events, News

Banda Aceh, Minggu (20 Agustus 2017). Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh
yang setiap tahunnya mengadakan event untuk pariwisata Aceh, kembali
menyelenggarakan event dengan tema “Aceh Internasional Halal Food Festival (AIHFF)
tahun 2017. Event yang berlangsung di Taman Sari – Banda Aceh ini berlangsung dari
tanggal 18 s.d 20 Agustus 2017. Event ini juga merupakan salah satu bagian dari
program kerjasama dalam IMT-GT untuk pengembangan Halal Tourism. Peserta yang
turut hadir dari negara peserta IMTGT yaitu Malaysia dan Thailand. Disamping itu
peserta yang hadir dari Indonesia seperti Provinsi Sumatera Utara dan seluruh
Kabupaten/Kota di Aceh, membawa aneka kuliner yang menjadi andalannya untuk
diperkenalkan sekaligus dapat dinikmati masyarakat dengan harga yang terjangkau.

Acara pembukaan dimulai dengan Khanduri Leumang, masyarakat yang hadir dapat
menikmati Leumang secara cuma-cuma. Pada hari kedua terdapat coffee meeting 3
negara IMT-GT (Indonesia, Malaysia, Thailand) yang membahas mengenai
peningkatan ekonomi halal, dalam rangka meningkatkan pendapatan provinsi Aceh dan
peningkatan ekonomi masyarakat memerlukan program jangka pendek, menengah dan
panjang dengan inti Halal Tourism, Halal Foods, Halal Herbal Products, Halal Services.

DPMPTSP Aceh agar segera membuat outline dari hasil coffee meeting. Saran-saran
dipertimbangkan sesuai visi misi, rencana aksi dan dana. Pastikan pemerintah (SKPA
terkait), asosiasi pengusaha mengimplementasikan serta memfollow up agar berjalan
sebagaimana mestinya.

Delegasi dari Malaysia diketuai oleh Ketua JBC IMT-GT Malaysia, Datok Fauzi Naim
beserta dengan pengusaha Alhadad yang bergerak di sektor halal food industri.
Delegasi dari Thailand diikuti oleh pusat study halal Bangkok (Halal science center) dari
universitas Chulalongkorn Bangkok. Diharapkan dengan kehadiran peserta IMT-GT
pada AIHFF 2017, wisata halal dan kuliner di Aceh menjadi lebih dikenal serta semakin
meningkatnya minat dari Thailand dan Malaysia berkunjung ke Aceh. Dari sektor
investasi diharapkan adanya minat dari para stakeholder yang tergabung dalam
kerjasama IMT-GT ini dapat membangun industri-industri makanan lainnya. Terlebih
saat ini Aceh telah memiliki KEK Arun, yang merupakan kawasan industri terpadu,
dapat mengajak para pelaku bisnis yang ada di kawasan kerjasama IMT-GT dapat
berinvestasi di KEK Arun.

AIHFF 2017 menghadirkan makanan khas Aceh, makanan Nasional, dan makanan
Internasional. Adapun acara lainnya seperti kompetisi memasak, “ngopi merdeka”
dalam rangka HUT RI ke 72 tahun serta berbagai lomba lainnya dengan tujuan
menambah semaraknya event ini. Pada hari terakhir, mengusung 1074 hidang talam
dan dilanjutkan makan bersama berhasil memecahkan penghargaan Rekor MURI
“1000 talam” yang diterima langsung oleh Wakil Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT

didampingi Ketua DPRA, Wali Kota dan Wakil Walikota Banda Aceh, ketua DPRK
Banda Aceh, serta Kepala DISBUDPAR Aceh. Tahun ini Aceh telah dua kali
mendapatkan Rekor MURI, yang pertama Tarian Saman dengan Penari terbanyak
12.000 orang di gayo Lues, dan saat ini kembali mendapatkan Rekor MURI untuk
kategori Hidangan 1000 talam. “Saya sangat mengapresiasi Walikota dan Wakil
Walikota Banda Aceh dan semua pihak yang telah membantu terlaksananya acara hari
ini. Sangat mendukung untuk diadakan event-event lainnya di Aceh yang menunjang
pariwisata Aceh serta memajukan Aceh”, ujar Wagub dalam sambutannya.

Disesi akhir sore sebelum penutupan akan diselenggarakan Khenduri Sate Matang dan
Sie Reboh, yang akan diberikan secara gratis untuk pengunjung. Setelah sebelumnya
juga ada pembagian 1200 cangkir kopi gratis bagi masyarakat yang datang di acara
AIHFF 2017. Event ini mendapat sambutan luar biasa baik dari para peserta maupun
masyarakat karena baru pertama kali diadakan dan sangat berguna menambah
pengetahuan tentang kuliner Aceh khususnya dan serta makanan halal dari negara
Malaysia dan Thailand yang sangat beragam dan jajanan nasional yang banyak
digandrungi saat ini. Bahkan salah satu pengunjung menuturkan, sudah tiga kali datang
selama acara ini berlangsung sebab sangat menarik dan tentunya suasana yang
dihadirkan sangat nyaman, bersih dan teratur. (MJ).

0

Bahasa Indonesia, Events, News
Banda Aceh, Selasa (15 Agustus 2017). Sosialisasi Sistem Informasi Potensi
Investasi Daerah (SIPID) bagi Kabupaten/Kota bertujuan untuk memetakan potensi
investasi daerah. Hal ini berguna untuk memberi kemudahan bagi calon investor dalam
mendapatkan informasi detil mengenai peluang investasi yang terdapat di daerah
tersebut. Hal ini disampaikan oleh Pak Dhanang Widananto selaku Kepala Seksi Sektor
Industri Logam Mesin Transportasi & Telematika, Direktorat Pengembangan Potensi
Daerah.

Selain itu beliau juga menyarankan agar Kabupaten/Kota segera mengisi
potensi investasi yang terdapat di daerahnya masing-masing ke dalam SIPID, karena
calon investor sekarang ini sudah sangat maju dalam mencari lokasi investasi dengan
menggunakan internet. Kecanggihan teknologi dimanfaatkan calon investor untuk
mempermudah mencari lokasi sebelum para investor datang langsung.


Sosialisasi SIPID yang dilaksanakan di Grand Nanggroe Hotel pada Selasa (15/08)
juga menghadirkan pemateri bapak Tunggul Wijayanto yang menjabat sebagai Analis
Pengembangan Potensi Daerah, Direktorat Pengembangan Potensi Daerah BKPM RI.
Selain memparkan mengenai SIPID beliau juga langsung memberikan simulasi cara
mengakses dan menggunakan SIPID bagi Kabupaten/Kota yang hadir. Kabupaten/Kota
yang belajar mengakses SIPID terlihat cukup bersemangat dalam mempelajari
penginputkan data potensi daerah namun karena masih terbatasnya data yang dimiliki
Kabupaten/Kota menjadi kendala tersendiri sehingga informasi yang ditampilkan belum
lengkap.


Para peserta dapat langsung berdiskusi dengan pemateri, salah satunya adalah
peserta dari Aceh Selatan, Mil Amshal yang bertanya mengenai kebijakan pemerintah
tentang harga yang sesuai untuk komoditi hasil Sumber Daya Alam di Aceh Selatan.
Karena ada kesenjangan harga komoditi antara petani dan Investor/agen. “Masalah ini
tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Harus melibatkan dinas terkait, DPMPTSP
Provinsi bisa bekerja sama dengan Dinas Perkebunan bagaimana pemecahan
masalahnya agar mendapat solusi yang terbaik, dan juga bisa diteruskan kepada
Kementerian ”jawab Pak Dhanang.


Peserta lainnya dari sabang menanyakan tentang kemungkinan jika Pemko Sabang
melakukan kajian tentang pariwisata dan berkonsultasi dengan BKPM. Menurut
pemateri, Dhanang, BKPM pernah melakukan kajian di Kabupaten Bener Meriah Tahun
2012 tentang Pembangkit Listrik Geothermal. Namun mereka akan mengupayakan
menyampaikan hal ini kepada Subdit yang terkait agar Aceh dimasukkan dalam kajian
Investasi. Acara ini dibuka oleh Sekretaris DPMPTSP Aceh, Bapak Zulkarnaini, dan
dimoderatori oleh Bapak Zulkifli Hamid selaku Kasi. Deregulasi Penanaman Modal.
(MJ, YS).
0

NO OLD POSTSPage 2 of 2NEXT POSTS