aceh, pranala luar

Kasus Corona di Aceh Singkil Bukan Transmisi Lokal, Ini Penjelasan Jubir Covid-19

Pasangan suami istri di Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, dinyatakan positif Covid-19. 
Masing-masing A (45) laki-laki, kedua S (43) perempuan. Keduanya merupan PNS instansi vertikal di Kabupaten Aceh Singkil.

Hal itu berdasarkan hasil uji swab lendir tenggorokan dan lendir hidungnya di Laboratorium Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Darussalam, Banda Aceh, yang dikirim RSUD Aceh Singkil.

Total ada 80 spesimen swab yang dikirim RSUD Aceh Singkil pada 6 Agustus lalu. Spesimen itu diambil dari tenaga medis dan warga yang pernah kontak erat dengan dokter RK dan dokter G.

Dua dokter asal Aceh Singkil, itu sedang mengambil program spesialis di Banda Aceh.
Namun sempat pulang ke Singkil, sekitar sepekan sebelum dinyatakan positif Corona berdasarkan hasil swab-nya.
Dari 80 spesimen yang dikirim RSUD Aceh Singkil, satu spesimen rusak. Sehingga hanya 79 yang hasilnya keluar.

Dari 79 spesimen swab itu, dua orang dinyatakan positif Corona, yaitu A dan S.

Pasangan suami istri itu merupakan saudara RK. Saat RK pulang ke Singkil itulah diduga terpapar saat melakukan kontak erat.

Saat pulang itulah melakukan kontak erat dengan A dan S sehingga terjadi transmisi.
Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Aceh Singkil, dr Darul Amani mengatakan, kasus corona di daerahnya bukan transmisi lokal. Tetapi datang dari luar.
Sebab A dan S terpapar akibat terjadi kontak erat dengan RK.
Dokter RK sendiri tinggal di Banda Aceh, dalam rangka mengambil program spesialis. Hanya saja sempat pulang ke Singkil, sekitar sepekan sebelum hasil swab-nya dinyatakan positif.

"Bukan transmisi lokal, tetapi dari luar," kata Darul, Minggu (9/8/2020).
Dijelaskan baru terjadi transmisi lokal, jika hasil swab berikutnya terhadap warga yang kontak erat dengan A dan S dinyatakan positif. 
Sementara itu, A dan S setelah dinyatakan positif Covid-19 menjalani isolasi mandiri di rumah selama 14 hari.

Menurut Darul, suami istri itu menjalani isolasi mandiri, lantaran tak menunjukan gejala klinik seperti batuk, flu, demam dan sesak nafas.
"Keduanya tidak menunjukan gejala batuk, flu, demam dan sesak nafas, sehingga diminta isolasi mandiri 14 hari di rumah dengan pantauan Tim Medis dan Surveilans Dinas Kesehatan Aceh Singkil," kata Darul di dampingi Kepala Dinas Kesehatan Aceh Singkil, Erwin dan dr Nila Hernita Saragih, SpP.

Akan tetapi kata Darul, bila dalam rentan waktu 14 hari mengalami flu, batuk, demam dan sesak nafas akan dirawat di RSUD Aceh Singkil.
Sementara itu hari ini, Minggu (9/8/2020) tim medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Singkil, kembali melakukan swab lendir tenggorokan dan lendir hidung kepada 20 warga.
Masing-masing tenaga medis enam orang dan 14 warga Singkil. Sehingga total 20 orang.
Seorang di antaranya merupakan swab ulang. Ini dilakukan lantaran sample swab yang dikirim 6 Agustus lalu saat swab pertama kepada 80 orang yang kontak erat dengan dr RK dan dr G, rusak.

Sisanya merupakan hasil tracking kepada dua PNS instansi verikal dan sisa yang melakukan kontak erat dengan dokter asal Aceh Singkil, yang sedang mengambil program spesialis di Banda Aceh.
Saat ini Tim Gugus Tugas Aceh Singkil, terus melakukan tracking atau identifikasi warga lain yang melakukan kontak erat dengan A dan S.
Terhadap warga yang melakukan kontak erat dan memiliki gejala klinis akan dilakukan swab.

Sumber :
https://aceh.tribunnews.com/amp/2020/08/10/kasus-corona-di-aceh-singkil-bukan-transmisi-lokal-ini-penjelasan-jubir-covid-19?page=all

Author


Avatar