aceh, pranala luar

1,5 Juta Rumah dari Aceh – Belawan Berpotensi Tersambung Jargas

Jumlah rumah yang dapat dialiri gas melalui jaringan gas (jargas) dalam wilayah delapan kabupaten/kota yang dilewati pipa Arbel dari Aceh (Lhokseumawe) sampai ke Belawan, Sumatera Utara mencapai 1,57 juta. 
Lima kabupaten/kota di antaranya di Aceh, yaitu Kota Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, Kota Langsa dan Aceh Tamiang.
Sedangkan 3 kabupaten/kota sisanya berada di Provinsi Sumatera Utara yaitu Langkat, Deli Serdang dan Kota Medan.
Sementara saat ini jumlah sambungan rumah yang sudah memiliki jaringan gas di Aceh, baru Aceh Utara dan Lhokseumawe, yaitu 14.415 rumah.
Demikian antara lain informasi yang diperoleh Serambinews.com saat kunjungan Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) M Fanshurullah Asa alias Ifan ke Lhokseumawe, dan Aceh Utara, Senin (29/6/2020).
Ifan melakukan kunjungan kerja ke Perta Arun Gas (PAG) ke Pupuk Iskandar Muda (PIM) dan Station Regulator 3 di Desa Uteunkot Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara bersama dengan dua anggota DPR RI dari Komisi VII, Ridwan Hisjam dan Anwar Idris dari Dapil Aceh.
Dalam kunjungannya, pria yang akrab disapa Ifan tersebut, mengecek dan mengawasi pemanfaatan gas bumi di Aceh dan berharap PT PAG bisa meningkatkan gas alam cair atau LNG untuk dimanfaatkan Arun-Belawan maupun kawasan Industri nasional.
"Jadi tujuan kami ke sini untuk melihat langsung pemanfaatan gas bumi untuk kepentingan dalam negeri, Seperti Pabrik PIM-2, bagaimana bagaimana nantinya bisa memaksimal gas sehingga bisa berjalan,” ujar Kepala BPH Migas.

Karena itu kata Ifan, pihaknya melakukan kunjungan kerja Perta Arun Gas, Pupuk Iskandar Muda, Pipa Arun Belawan, Karena itu BPH Migas berharap pemanfaatan gas pada pipa arbel itu benar-benar maksimal.
“Karena saat ini desain pipa 24 inch baru tersalurkan 124 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD) padahal mestinya sampai 200 MMSCFD,” katanya.
Karena itu salah satu usulan BPH Migas sepanjang jalur pipa ini dalam 8 kabupaten/kota ini bisa dibangun jargas.

“Karena saat ini jargas rumah tangga di Lhokseumawe baru sekitar 4.000 dan di Lhoksukon sekitar 8.000.
Padahal kalau melihat potensi yang ada di sana nanti sekitar 1,5 juta sambungan rumah bisa dibangun,” katanya.
Sehingga nantinya kata Ifan tidak perlu lagi menggunakan elpiji 3 kilogram, tapi sudah menggunakan gas dalam negeri dengan harga rupiah pasti lebih murah daripada elpiji tiga kilogram, sehingga tidak perlu lagi impor.
Karena itu Kepala BPH Migas berharap agar DPR ikut berperan dalam menjadikan Aceh sebagai kawasan industri berbasis gas.
Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi di Aceh bisa menjadi lebih baik.
"Kami meminta Pak Idris supaya membangun kawasan industri berbasis gas.
Apakah itu nanti di Lhokseumawe atau Lhoksukon untuk nantinya menggerakan ekonomi.

Industri masuk ke sini, kemudian punya nilai tambah.
Sehingga pertumbuhan ekonomi di Aceh bisa lebih baik," ujar Ifan.
Anggota DPR RI Ridwan yang hadir dalam kesempatan itu juga menyebutkan mendukung agar Aceh menjadi kawasan industri berbasis migas seperti yang disampaikan Ifan.

Namun, kata Ridwan perlu dilakukan perbaikan terlebih dahulu terhadap fasilitas agar lebih maksimal.
"Kita akan bahas di DPR bahwa Aceh harus menjadi kawasan industri yang berbasiskan gas.
Sehingga gas ini kalau sudah masuk di Aceh maksimal semuanya, maka saya kira tidak ada alasan bahwa PIM dan industri lainnya tidak bergerak," pungkasnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Anwar Idris.

Sumber :
https://aceh.tribunnews.com/2020/06/30/15-juta-rumah-dari-aceh-belawan-berpotensi-tersambung-jargas

Author


Avatar

dpmptsp Aceh

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Aceh