POSTS
5
Mei 2021
Pilih Mana ?
SEARCH
Jl. Ahmad Yani, No. 39, Peunayong - Banda Aceh +62651 23170
English

Banda Aceh,  Monday (July 23, 2018).
Aceh Investment and One Stop Integrated Services re-organize Socialization of Regional Investment Potential Information System (SIPID) Year 2018. SIPID is a web-based information system that serves to provide information about potential investment area. SIPID is also one of BKPM’s efforts in contributing to achieving investment targets by facilitating and promoting opportunities and investment potential owned by the region. SIPID will continue to integrate between Provinces, Regencies / Cities which can be accessed directly by investors and prospective investors at home and abroad.

This was conveyed by Mr. Wing Parikesit as Head of Subdivision of Primary and Tertiary Sector, Directorate of Regional Potential Development of BKPM RI. Dissemination of Information Systems and Regional Investment Potential (SIPID) held at Grand Arabia Hotel Monday, July 23, 2018, also presented Astrid Indah Lestari speakers who served as SIPID Managers. In addition to presenting the material, Astrid also directly gave simulations to participants how to use SIPID. Participants looked enthusiastic in learning the input of potential investment data in their respective regions.



One of the participants from Lhokseumawe City named Rizal Haiqi asked whether SIPID has any legal basis. Because according to him, if the legal basis is not clear, the attention of the local government to such data is minimal. If there is no legal basis, rizal proposes to make regulations from the center for later adoption by the Government of Aceh into the Governor Regulation, Regulations or Regional Regulations for clarity of data from this SIPID.

“The legal basis does not exist but related to SIPID is our tupoksi which refers to Head of BKPM Regulation No. 1 of 2011 that is to identify, analyze the potentials and opportunities to the electronic documentation. However, SIPID was created to provide space for regional friends to utilize this system. We hope that we only support data from the regions even though there is no legal umbrella,”  said Mr. Wing. (ys).
0

Bahasa Indonesia

Banda Aceh, Senin (23 Juli 2018).  Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu kembali menyelenggarakan Sosialisasi Sistem Informasi Potensi Investasi Daerah (SIPID) Tahun 2018. SIPID merupakan suatu sistem informasi berbasis web yang berfungsi untuk menyediakan informasi mengenai potensi investasi daerah. SIPID juga merupakan salah satu upaya BKPM dalam berkontribusi untuk pencapaian target investasi dengan menfasilitasi dan mempromosikan peluang dan potensi investasi yang dimiliki oleh daerah. SIPID akan terus berintegrasi antara Provinsi, Kabupaten/Kota yang dapat diakses langsung oleh para investor dan calon investor di dalam maupun luar negeri. Hal ini disampaikan oleh Pak Wing Parikesit selaku Kasubdit Sektor Primer dan Tersier, Direktorat Pengembangan Potensi Daerah BKPM RI.

Sosialisasi Sistem Informasi dan Potensi Investasi Daerah (SIPID) yang dilaksanakan di Hotel Grand Arabia Senin 23 Juli 2018, juga menghadirkan pemateri Astrid Indah Lestari yang menjabat sebagai Pengelola SIPID. Selain memaparkan materi, Astrid juga langsung memberikan simulasi kepada peserta cara menggunakan SIPID. Peserta terlihat antusias dalam mempelajari penginputan data potensi investasi yang di daerah masing-masing.

Salah seorang Peserta dari Kota Lhokseumawe yang bernama Rizal Haiqi menanyakan apakah SIPID ini telah mempunyai landasan hukum. Karena menurutnya kalau dasar hukumnya belum jelas perhatian pemerintah daerah terhadap data-data seperti ini sangat minim. Jika belum ada dasar hukumnya, rizal mengusulkan membuat regulasi dari pusat untuk kemudian di adopsi oleh Pemerintah Aceh kedalam Pergub, Perwal atau Perbub untuk kejelasan data dari SIPID ini.

“Dasar hukumnya memang belum ada tapi terkait dengan SIPID ini merupakan tupoksi kami yang mengacu pada Peraturan Kepala BKPM Nomor 1 Tahun 2011 yaitu melakukan identifikasi, melakukan analisa terhadap potensi dan peluang  sampai pada pengdokumentasian secara elektronik. Namun, SIPID ini dibuat untuk memberi ruang kepada teman teman daerah untuk memanfaatkan sistem ini. Harapan kami hanya agar di support data dari daerah walau belum ada payung hukumnya” ujar pak Wing. (ys).

0

English, Events, News
dpmptsp aceh

DIALEKSIS.COM | Aceh Besar  –  The Aceh Besar District Government follows a number of excellent products at the Indonesia-Malaysia trade fair – Thailand Growth Triangle (IMT-GT) and the 4th BIMP-EAGA Trade Fair, 2018 at the Price of Songkla University Convension Center, Hatyai Thailand which runs from 19 to 22
July 2018.

 
Aceh Besar Regent, Ir Mawardi Ali, as the leader of the delegation, stated that the participation in the exhibition was to show the characteristics and characteristics of the region, Aceh Besar by exhibiting some of its superior products such as coffee and handicrafts at the Aceh Besar exhibition stand on The 4th IMT-GT and BIMP-EAGA TRADE FAIR 2018 which carries the theme “The Future of Agricultural Product Innovation and Environment”, namely the future of agricultural and environmental product innovation.

 

“We ensure that Aceh Besar is an area that will be directly involved in the development of agricultural and environmental product innovation in the region he leads in the future,” he said.

 

He explained IMT GT, Philippines the 4th East Asean Growth Trade Fair in 2018 was an ASEAN subregional group that aims to improve economic development in 32 regions in three countries, namely 10 Provinces in Indonesia including Aceh, eight states in the northern region of Malaysia, and 14 in the territory of Thailand. This biennial activity is carried out in rotation in the member countries of BIMP-EAGA and IMT-GT.

 

In addition to exhibiting superior MSME products, it also promotes the best tourist destinations and other natural potentials owned by Aceh Besar with the aim of targeting tourist visits from the Southeast Asia region. “Hopefully, with the presence of Aceh Besar, ASEAN will provide new innovations for regional development and is increasingly recognized internationally with regions that have good agricultural resources and attractive tourism,” said Mawardi Ali.

 

In the exhibition, the Regent of Aceh Besar participated in the inclusion of other business actors, the Chairman of the Aceh Besar Dekranasda Rahmah Abdullah SH, the Head of the Office of Cooperatives, SMEs and Trade Taufiq SH, the Head of Tourism and Tourism Office Ridwan Jamil SSos MSi and a number of other relevant officials. (KBRN / RRI)

Editor:

HARISS Z
0

Bahasa Indonesia

DIALEKSIS.COM | Aceh Besar- Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mengikut serta sejumlah produk unggulan pada pameran perdagangan Indonesia – Malaysia – Thailand Growth Triangle (IMT-GT) dan BIMP-EAGA Trade Fair ke-4, 2018 di Convension Center Price of Songkla University, Hatyai Thailand yang  berlangsung 19 hingga 22 Juli 2018.

 

Bupati Aceh Besar Ir Mawardi Ali selaku pimpinan delegasi menjekaskan, bahwa keikutsertaan pada pameran tersebut untuk menunjukkan karakter dan ciri khas daerah, Aceh Besar dengan memamerkan beberapa produk unggulannya seperti kopi dan hasil kerajinan tangan di stand pameran Aceh Besar yang berada di The 4th IMT-GT dan BIMP-EAGA TRADE FAIR 2018 yang mengusung tema ” The Future of Agricultural Product Innovation and Environment ” yaitu masa depan inovasi produk pertanian dan lingkungan hidup.

 

“Kita memastikan bahwa Aceh Besar adalah wilayah yang akan terlibat langsung dalam usaha pengembangan inovasi produk pertanian dan lingkungan hidup di wilayah yang dipimpinnya dimasa mendatang,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan IMT GT, Philippines East Asean Growth Trade Fair ke-4 tahun 2018 ini merupakan kelompok subregional ASEAN yang bertujuan meningkatkan perkembangan ekonomi di 32 wilayah di tiga negara, yakni 10 Provinsi di Indonesia termasuk Aceh, delapan negara bagian diwilayah utara Malaysia, dan 14 di wilayah Thailand. Kegiatan dua tahunan ini dilaksanakan secara bergilir dinegara anggota BIMP-EAGA maupun IMT-GT.

 

Selain memamerkan produk-produk unggulan UMKM, pihaknya juga melakukan promosi destinasi wisata terbaik dan potensi alam lainnya yang dimiliki Aceh Besar dengan tujuan menargetkan kunjungan wisata dari kawasan Asia Tenggara. “Semoga saja dengan hadirnya Aceh Besar dikancah ASEAN semakin memberikan inovasi baru untuk pengembangan daerah dan semakin dikenal di dunia Internasional dengan daerah yang memiliki sumber daya pertanian yang bagus serta wisata yang menarik,” demikian Mawardi Ali.

 

Dalam pameran tersebut, Bupati Aceh Besar turut mengikuti sertakan selain pelaku usaha, Ketua Dekranasda Aceh Besar Rahmah Abdullah SH, Kadiskop, UKM dan Perdagangan Taufiq SH, Kadisparpora Ridwan Jamil SSos MSi dan sejumlah pejabat terkait lainnya.(KBRN/RRI)

Editor :

HARISS Z

0