aceh, pranala luar

Aceh Besar Buka Peluang Investasi

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar membuka lebar-lebar peluang kepada para investor untuk menanamkan modalnya di bidang pengembangan peternakan sapi. Sebagaimana diketahui, Pemkab Aceh Besar akan menjadikan Pulo Aceh sebagai pusat pengembangan peternakan sapi Aceh. 

“Mengingat permintaan daging sapi cukup tinggi di Aceh, apalagi pada hari meugang yang harganya masih sangat mahal. Pemerintah membuka lebar bagi swasta yang berniat berinvestasi di bidang peternakan sapi, khususnya di Pulo Aceh,” kata Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, saat seminar virtual di kediamannya, di Kecamatan Ingin Jaya, Sabtu (27/6/2020).

Diskusi tentang Strategi Industri Peternakan di tengah pandemi Covid-19 bersama Rektor Unsyiah, Dekan Fakultas Kedokteran Hewan, Kadis Peternakan Aceh dan Reza Abdul Jabbar Petani Indonesia yang sukses di New Zealand berlangsung melalui aplikasi zoom yang diikuti oleh berbagai kalangan mahasiswa dan masyarakat umum.

"Jika peternakan mampu dikembangkan juga seperti pertanian, maka kita menjadi daerah berkedaulatan pangan. Petani dan peternak adalah garda terdepan untuk meraih kedaulatan pangan tersebut," ujar Mawardi Ali dalam keterangan tertulisnya yang diterima Serambi, Minggu (28/6/2020).

Ia menjelaskan, sapi Aceh memiliki keunggulan, diantaranya mudah dirawat, enak dagingnya dan tahan terhadap penyakit. Namun, saat ini pemeliharaan oleh masyarakat secara liar melahirkan sapi berukuran kecil karena perkawinan dengan pejantan kerdil. "Menyikapi hal itu, sapi Aceh harus dilakukan pemeliharaan dengan pola sapi-sapi Aceh yang unggul," kata Mawardi.

Dalam kesempatan itu, Bupati Mawardi Ali mengingatkan bahwa Aceh memiliki potensi dan sarana pendukung lainnya untuk pengembangan peternakan baik lokasi, sumber daya serta industri pengolahan kulit. Maka harus ada kemauan dan dimulai lagi dari hal paling kecil.

Sementara itu, Reza Abdul Jabbar, warga Indonesia yang sudah sukses mengembangkan peternakan sapi di New Zealand (Selandia Baru) mengatakan, peluang pengembangan sapi harus direbut kembali oleh anak muda yang tangguh dan berminat menjadi petani dan peternak. “Kita ketahui bersama bahwa para Nabi sekalipun, tidak ada yang bukan peternak dan pengembala," ungkapnya.

Karena itu, ia menyatakan bahwa pekerjaan yang keren itu adalah bertani dan beternak, karena merekalah penjaga kedaulatan pangan negara. Untuk itu, tugas bersama adalah melahirkan para petani dan peternak yang baik dan bisa melakukan itu semua dengan ahli. "Didiklah, ajarlah anak kita dan para pemuda untuk bertani dan beternak. Karena merekalah penjaga kedaulatan pangan," imbuh Reza.

Pada kesempatan itu Reza Abdul Jabbar memberikan apresiasi atas program dan kinerja Bupati Aceh Besar Mawardi Ali selama ini dalam membangun Aceh Besar dan akan ikut andil bersama-sama membangun kemandirian dan kedaulatan pangan di Aceh Besar khususnya.

Sumber :
aceh.tribunnews.com/2020/06/29/aceh-besar-buka-peluang-investasi

Author


Avatar

dpmptsp Aceh

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Aceh