aceh, News, pranala luar

Asisten III: Insentif Tenaga Medis Tetap Dibayar

Asisten III Setda Aceh, Drs Bukhari MM menegaskan pemerintah akan tetap membayar insentif tenaga medis yang kini sedang berjuang menangani pasien Covid-19 di RSUDZA Banda Aceh, dan berbagai rumah sakit umum daerah di Aceh. Tenaga medis yang akan mendapat insentif itu mencakup dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, bidan, perawat, serta tenaga kesehatan lainnya. 

Penegasan tersebut disampaikan Asisten III Setda Aceh, Drs Bukhari MM kepada Serambi Rabu (16/9), seusai rapat dengan Sekda Aceh, dr Taqwallah M.Kes. Rapat tersebut membahas penyaluran dana insentif kepada tenaga medis.

Bukhari menjelaskan, besaran dana insentif yang diberikan pemerintah, merujuk kepada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 35/PMK.07/2020. Untuk dokter spesialis paling tinggi Rp 15 juta, dokter umum dan dokter gigi paling tinggi Rp 10 juta, bidan dan perawat paling tinggi Rp 7,5 juta, dan tenaga kesehatan lainnya paling tinggi Rp 5 juta/orang/bulan.

Dana insentif bagi tenaga medis ini, disalurkan Pemerintah Pusat dalam beberapa gelombang. Untuk gelombang pertama, Aceh hanya menerima Rp 100 juta untuk provinsi, sedangkan untuk kabupaten/kota belum ada.

Gelombang kedua hanya Kabupaten Aceh Barat saja yang menerima Rp 290 juta, provinsi dan daerah lainnya tidak ada. Baru pada gelombang ketiga, provinsi dan seluruh kabupaten kota di Aceh menerima dana insentif tersebut.

Provinsi menerima Rp 1,410 miliar ditambah sebelumnya Rp 100 juta menjadi Rp 1,510 miliar. Sedangkan kabupaten/kota bervariasi. Aceh Barat menerima Rp 840 juta, Aceh Besar Rp 1,740 miliar, Aceh Selatan Rp 2,790 miliar, Aceh Singkil Rp 780 juta, Aceh Tengah Rp 2,370 miliar, Aceh Tenggara Rp 2,340 miliar, Aceh Timur terbesar menerima Rp 4,567 miliar.

Selanjutnya Aceh Utara Rp 3,465 miliar, Bireuen Rp 2,550 miliar, Pidie Rp 4,462 miliar, Simeulue Rp 1,365 miliar, Banda Aceh Rp 2,887 miliar, Sabang Rp 420 juta, Langsa Rp 1,650 miliar, Lhokseumawe 2,467 miliar, Gayo Lues Rp 2,992 miliar, Abdya Rp 3,097 miliar, Aceh Jaya Rp 780 juta, Nagan Raya Rp 2,190 miliar, Aceh Tamiang Rp 1,575 miliar, Bener Meriah Rp 1,470 miliar dan Pidie Jaya Rp 720 juta.

Dana insentif ini, kata Bukhari, dikirim pusat langsung ke kasda daerah masing-masing dan untuk menyalurkannya ke RSUD. Sekda Aceh, dr Taqwallah M.Kes, kata Bukhari, sudah memerintahkan kepada pihak manajemen RSUZA untuk melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Aceh, untuk membuat usulan pengamprahan dana insentif tersebut.

Cetak rekor
Sementara itu, kasus positif Covid-19 di Aceh terus bertambah. Pada Rabu (16/9/2020) kemarin, bertambah lagi 95 kasus baru. Angka ini tidak terlalu mencolok dibandingkan data Selasa sebanyak 140 kasus, dan dua hari lalu atau Senin, sebanyak 153 kasus. 

Namun begitu, yang tampak meningkat tajam kemarin, justru tambahan pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Kemarin dilaporkan ada 11 orang pasien corona meninggal, rekor harian tertinggi sejak kematian pertama pasien Covid-19 di Aceh atas nama AA (56) pada 23 Maret lalu.

Sebelas pasien yang meninggal itu terdiri dari 7 warga Banda Aceh dan 4 warga Aceh Besar. Dengan demikian, total pasien Covid-19 yang meninggal di Aceh mencapai 115 orang.
Informasi tersebut diperoleh Serambi dari update data yang diumumkan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Pusat maupun di website Dinas Kesehatan Aceh pada Rabu (16/9/2020) pukul 16.46 WIB.

Secara lokal, tambahan 95 kasus Covid-19 di Aceh hari ini tersebar hanya di enam dari 23 kabupaten/kota. Pada Selasa kemarin, persebarannya malah mencapai 16 kabupaten/kota.

Seperti biasanya, kabupaten yang paling tinggi tambahan kasus positif corona hariannya kemarin adalah Aceh Besar, mencapai 48 kasus. Sehari sebelumnya, malah 74 kasus. Setelah Aceh Besar, kembali disusul oleh Banda Aceh dengan 40 kasus, Aceh Barat 2 kasus, serta Pidie dan Lhokseumawe masing-masing 1 kasus.

Ada pun pendatang (warga luar daerah) yang positif Covid-19 di Aceh kemarin, hanya 3 orang. Pertambahannya kecil saja dibandingkan dua hari sebelumnya yang mencapai 11 orang.
Total orang luar yang positif Covid-19 di Aceh sampai kemarin, sudah mencapai 169 orang. Tiga di antaranya meninggal di Aceh. Dengan bertambahnya 95 kasus baru kemarin, maka total warga yang terpapar virus corona di Aceh, sejak Maret lalu, mencapai 3.126 orang.

Pasien sembuh
Selain penambahan jumlah pasien, data Satgas Covid-19 kemarin juga menujukkan pasien yang sembuh lumayan banyak, yaitu mencapai 76 orang. Dengan demikian, total pasien yang telah sembuh menjadi 776 orang, setelah satu minggu lebih bertahan di angka 700. 

Adapun total pasien yang masih dirawat sebanyak 2.235 orang. Mereka tersebar di sejumlah rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di seluruh Aceh dan sekitar 75 persen di antaranya menjalani isolasi mandiri di kediaman masing-masing.

Seperti biasanya, update harian data corona di Aceh ditampilkan di web Satgas Penanganan Covid-19 Aceh maupun web Dinas Kesehatan Aceh. Selain itu, juga disusul dengan pengumuman resmi yang disampaikan Saifullah Abdulgani selaku Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 kepada para wartawan di Banda Aceh setiap sore.

Adapun hasil swab positif Covid-19 yang diumumkan kemarin, sebagian berasal dari hasil pemeriksaan di Laboratorium Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala. Sebagiannya lagi merupakan hasil swab dari Laboratorium Balitbangkes Aceh yang kembali aktif beroperasi sejak 27 Agustus 2020.

Sumber :
https://aceh.tribunnews.com/2020/09/17/asisten-iii-insentif-tenaga-medis-tetap-dibayar?page=all

Author


Avatar

dpmptsp Aceh

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Aceh