aceh, investinaceh, investment

Bappeda Aceh Selatan Papar Potensi Investasi

Bappeda Aceh Selatan Papar Potensi Investasi

Jumat (11/12/2020). Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh mengadakan acara “Presentasi Potensi dan Peluang Investasi di Aceh Selatan”. Acara ini dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor DPMPTSP Jalan Ahmad Yani No. 39 Gampong Peunayong, Kecamatan Kuta Alam, Banda ...


VIEW MORE
Jumat (11/12/2020). Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh mengadakan acara ekspose “Potensi dan Peluang Investasi di Aceh Selatan”. Acara ini dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor DPMPTSP Jalan Ahmad Yani No. 39 Gampong Peunayong, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh pada Hari Jumat, 11 Desember 2020. Presentasi disampaikan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Aceh Selatan, Masrizal, SE, M.Si yang didampingi oleh Kasubbid Perindustrian dan Tenaga Kerja Bappeda Aceh Selatan Ria Dharma, ST, MP. Turut hadir pada acara tersebut adalah Kasie Pelaksanaan Promosi Riadi Husaini, Kepala Seksi Perencanaan Penanaman Modal, Irmawati, SE,MM. Kasie Deregulasi Penanaman Modal, Firamitha KD, SSTP, MM dan perencana investasi di Bidang Perencanaan dan Pengembangan Iklim Penanaman Modal (P2IPM). 

Massive Dynamic has over 10 years of experience in Design. We take pride in delivering Intelligent Designs and Engaging Experiences for clients all over the World.

Dalam sambutan pengantar, Kepala Bidang P2IPM, Marthunis, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan penyusunan proyek investasi yang siap (investment ready to offer) di seluruh kabupaten/kota di Aceh. “Proyek investasi prioritas akan ditentukan dalam rangka pemenuhan rantai nilai komoditas unggulan dan mendukung hilirasi di Aceh Selatan”, tambah Marthunis.

Kepala Bappeda Aceh Selatan menjelaskan bahwa komoditas paling unggul di Aceh Selatan adalah komoditas minyak atsiri; pala dan nilam. Komoditas seperti kelapa dalam, perikanan dan marmer/granit juga merupakan komoditas potensial yang dikembangkan, Aceh Selatan memiliki kondisi geografis yang memiliki panjang 194 km dan memiliki hutan seluas 73 persen dari total wilayahnya. “ Artinya Aceh Selatan dapat menjadi lokasi prioritas untuk investasi hijau” harap Masrizal. 

Aceh Selatan memiliki infrastruktur konektivitas yang baik seperti Bandar Udara Tgk Cut Ali, Pelabuhan Umum Tapakuan, Pelabuhan penyebarangan dan 7 pelabuhan pendaratan ikan (PPI). Pelabuhan Tapaktuan malah merupakan bagian dari tol laut. Selanjutnya, kawasan peruntukan investasi disiapkan di dekat sumber produksi komoditas. Ketersedian infrastruktur akan menambah daya saing investasi di Aceh Selatan. “Namun struktur industri Aceh Selatan masih sangat lemah, terutama di industri pengolahan. ” aku Alumnus FE Unsyiah ini. Kepala Bappeda Aceh Selatan mengharapkan agar investor dapat masuk di sektor industri yang mengolah komoditas unggulan. 

Dalam sesi interaktif, Riadi Husaini menyarankan agar Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan menyiapkan dokumen prospektus investasi sesuai surat Gubernur Aceh beberapa waktu yang lalu. Berikutnya, Irmawati mengingatkan agar penawaran investasi juga perlu memperhatikan potensi investasi kabupaten/kota tetangga agar tidak terjadi persaingan yang tidak produktif. Menanggapi saran-saran tersebut, Kepala Bappeda Aceh Selatan menginformasikan bahwa permintaan Gubernur Aceh tentang penyusunan proposal investasi telah ditindaklanjuti melalui anggaran APBK 2021. Selanjutnya beliau menambahkan bahwa Aceh Selatan selalu memperhatikan kebijakan kabupaten/kota lain. “Kami ingin agar kawasan barat selatan Aceh menjadi kawasan yang saling mendukung’ pungkas Masrizal.  

  

Author


Avatar