aceh, pranala luar

BREAKING NEWS – Satu Lagi Pasien Covid-19 Meninggal di RSUZA Banda Aceh

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. 
Satu lagi pasien terkonfirmasi Covid-19 meninggal dalam masa rawatan singkat di Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, Selasa (14/7/2020) pagi.
Pasien yang meninggal ini berinisial Id (54), laki-laki, warga sebuah desa di Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar.
Kabar duka ini disampaikan Direktur RSUZA Banda Aceh, Dr dr Azharuddin SpOT K-Spine FICS menjawab Serambinews.com, Selasa pagi.
"Ya benar, almarhum mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 06.00 WIB tadi di RSUZA," kata Azhar.
Berdasarkan penelusuran Serambinews.com, Id awalnya dirawat di sebuah klinik di Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, dengan keluhan demam, batuk, sesak, rongga dadanya dipenuhi cairan dan bersuara nyaring (ronchi) saat bernapas.

Berdasarkan hasil lab, leukosit (sel darah putih)-nya juga menurun.
Melihat kondisi pasien yang demikian, dokter klinik menilai gejalanya mengarah ke Covid-19, lalu pasien dirujuk ke RSUZA.
Sesampai di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Covid-19 RSUZA, dilakukan swab tes cepat molekuler (TCM) pada tanggal 12 Juli 2020.
Hasilnya, pasien positif Covid-19.
Kurang dua hari dirawat di RSUZA, Id mengembuskan napas terakhir Selasa pagi.

"Nah, meskipun dirujuk dengan cepat, tapi karena kondisinya sudah sangat berat, yang bersangkutan tidak tertolong dan meninggal dalam masa rawatan beberapa waktu di RSUZA," kata Azharuddin.
Id berprofesi sebagai PNS di sebuah lembaga vertikal yang berada di Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar.
Pria yang tidak merokok ini memiliki seorang istri dan tiga anak.

Riwayat penyakit
Pasien awalnya mengeluhkan sesak napas.
Sesak napasnya tidak dipengaruhi aktivitas, cuaca, dan tidak disertai mengeh (bengek).
Pasien juga mengeluhkan batuk sesekali sejak dua hari lalu dan demam tujuh hari silam.
Tapi saat tiba di IGD Covid-19 RSUZA, pasien tidak demam lagi.
Sebelumnya ia sudah dirawat dua hari di sebuah klinik di kawasan Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar.
Saat di klinik, pasien memiliki keluhan khas pneumonia (radang paru-paru), tapi ia mengaku bukan perokok.

Id juga menyangkal punya riwayat bepergian ke luar daerah.
Juga tidak ada kerabatnya yang baru tiba dari luar kota dan juga tak punya riwayat kontak dengan pasien positif corona.
Sesampai di RSUZA, pasien diantar ke ruang airborne, dikonsulkan ke bagian paru.
Di bagian paru dilakukan pemeriksaan rapid antigen dan hasilnya positif.
Selanjutnya dengn pemeriksaan TCM dan hasilnya juga positif Covid-19.
Selain itu, pasien punya satu penyakit penyerta (komorbid), yakni diabetes mellitus.
Dr Azharuddin menilai, tingkat awareness dari klinik yang di Kajhu Aceh Besar itu sudah cukup bagus.

"Kita apresiasi dokter-dokter di layanan klinik kecil atau puskesmas yang sudah punya intuisi yang cukup bagus untuk memeriksa dengan benar, menanyakan dengan benar, dan lain-lain. Semoga dengan pemahaman bersama dan kewaspadaan tinggi akan lebih bisa mengarahkan pasien untuk rujukan yang benar. Sayangnya, meskipun dirujuk dengan cepat, tapi karena kondisinya sudah sangat berat, nyawa yang bersangkutan tidak tertolong dan meninggal dalam masa rawatan beberapa saat di RSUZA," kata Azharuddin.

Begitu mengetahui Id meninggal, pihak desa langsung bermusyawarah dengan Muspika Baitussalam.

Untuk mengambil langkah-langkah penanganan terhadap warga desa yang terdampak dengan melakukan rapat di meunasah.
Rapat itu dihadiri Camat Mesjid Raya, Kapolsek, Danramil yang diwakili Babinsa, Kepala Puskesmas Mesjid Raya, kepala desa almarhum berdomisili, Satgas Covid-19 Kecamatan Baitussalam, dan sejumlah relawan Covid-19 di desa almarhum.
Selain disepakati tempat dan prosedur pemakaman sesuai SOP jenazah Covid-19, dalam musyawarah itu juga dihasilkan langkah-langkah sebagai berikut.
Pertama, dilakukan penyemprotan disinfektan di seputaran tempat tinggal pasien Covid-19 seusai magrib.
Kedua, keluarga terdekat almarhum sudah dites swab sebanyak enam orang. Hasilnya masih ditunggu.
Ketiga, dilakukan rapid test terhadap warga di seputaran tempat tinggal almarhum dan orang yang kontak langsung dengannya.
Keempat, dilakukan isolasi terhadap keluarga yang berhubungan erat dengan pasien.
Kelima, dilakukan pendataan terhadap warga yang telah melakukan kontak dengan almarhum semasa hidupnya.
Selain itu, Muspika Baitussalam sepakat melakukan lebih gencar lagi sosialisasi masif kepada warga setempat untuk mematuhi protokol kesehatan, mengingat pandemi Covid-19 belum berakhir.
Almarhum Id merupakan pasien kelima di Aceh yang meninggal setelah positif terinfeksi Covid-19.

Pasien pertama yang meninggal adalah AA (56), warga Aceh Utara, pada 23 Maret 2020.
Berikutnya, Suk/Suh (64), warga Sumatera Utara yang datang ke Aceh Besar mengunjungi anak dan menantunya, lalu positif Covid-19 dan meninggal di RSUZA pada Rabu (17/6/2020) siang.
Pasien lainnya yang menemui ajal akibat Covid-19 adalah AI (87), warga Peuniti, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh, pada Senin (29/6/2020) pukul 20.03 WIB.
Satu-satunya pasien Covid-19 perempuan yang meninggal di Aceh adalah RA (65).
Warga Aceh Jaya ini berpulang ke rahmatullah pada Sabtu malam (11/7/2020) juga di RSUZA Banda Aceh.

Sumber :
https://aceh.tribunnews.com/2020/07/14/breaking-news-satu-lagi-pasien-covid-19-meninggal-di-rsuza-banda-aceh?page=all

Author


Avatar

dpmptsp Aceh

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Aceh