Bahasa Indonesia, News

Dukungan PLN untuk Investasi

Banda Aceh, Rabu (19 Juli 2017). Acara yang dilaksanakan oleh PT. PLN wilayah Aceh ini, diadakan di Hermes Palace Hotel Banda Aceh pada Rabu (19/07). Hadir sebagai narasumber sekaligus merupakan calon pelanggan PLN. CEO Prosperity of Indonesia, Mr. Nay Puay Chai, yang telah 10 tahun mendirikan perusahaannya di Aceh, dengan konsentrasi pada bidang pertambangan bijih besi. Selain itu, Ir. Bahar Syamsu selaku Dirut PT. Semen Indonesia Aceh (SIA) memaparkan perkembangan proses investasi industri semen yang masih dalam tahap pembangunan.

Beberapa hal yang disampaikan antara lain kendala yang ada dilapangan. DPMPTSP Aceh dan Pemerintah Kabupaten Pidie sudah sangat membantu pengurusan izin hingga terlaksananya PT. SIA. Untuk menjadikan Aceh sebagai tujuan potensial investasi harus didukung oleh listrik yang memadai. PLN dapat memanfaatkan energi di daerah untuk meningkatkan ketersediaan listrik guna mengatasi masalah yang terjadi saat ini, demikian yang diungkapkan oleh T.Syakur selaku Staf ahli Gubernur bagian Ekonomi yang mewakili Gubernur membuka acara Costumer and Investor Forum. Pemerintah daerah siap membantu dan memfasilitasi untuk terealisasinya investasi dari sektor ketenagalistrikan di Aceh. Tidak ada kendala dalam proses perizinan sektor energi. Gubernur mengharapkan pihak investor yang berinvestasi benar-benar segera melakukan implementasi setelah perizinan diperoleh.

Dalam kesempatan yang sama, Ir. Iskandar, M.Sc selaku Kepala DPMPTS Aceh yang turut menjadi pembicara menyebutkan bahwa saat ini Aceh sudah banyak dilirik investor karena masih banyaknya ketesediaan sumber daya alam namun hal ini perlu didukung infrastruktur listrik. Kurangnya energi listrik masih menjadi kendala untuk mendapatkan investor potensial bagi Aceh. Kebutuhan tenaga listrik akan semakin meningkat sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan penduduk. Ketidakseimbangan antara permintaan dengan penyediaan tenaga listrik menyebabkan kekurangan pasokan di beberapa daerah.

Selain itu, Iskandar menyampaiakan bahwa Gubenur sangat fokus dalam hal investasi, seperti halnya kemudahan dalam pengurusan izin-izin bagi calon investor. Salah satu potensi yang besar untuk investasi dari sumber energi potensial antara lain : Hydropower dan Geothermal.

Menteri ESDM telah mendelegasikan wewenang penerbitan 10 izin usaha penyediaan tenaga kerja ke BKPM RI. BKPM RI dan Kementerian terkait telah melakukan penyederhanaan perizinan sektor ketenagalistrikan dari 923 hari menjadi 258 hari.

Kelistrikan menjadi salah satu faktor penting datangnya investasi, jika listrik belum mencukupi kebutuhan masyarakat maka akan sulit mencari investor potensial yang mau menanamkan modal di Aceh. PLN menyebutkan akan terus memperbaiki kualitas pasokan listrik dan mengurangi ketergantungan dengan Medan. Saat ini berfokus pada pembangkit utama di Arun Lhokseumawe, PLTU di Nagan Raya, dan PLTD di Banda Aceh untuk memenuhi pasokan listrik di seluruh Aceh. Kebutuhan listrik yeng terus meningkat dengan tidak seimbang dengan peningkatan ketersediaan tenaga listrik. Hal ini terbukti dengan penambahan beban tidak berimbang dengan ketersediaan daya listrik, itu sebab dari ketidakstabilan listrik Aceh saat ini, ujar GM PT.PLN wilayah Aceh.

Acara yang mengundang para pelanggan dan calon pelanggan PLN, dilakukannya penandatangan MoU. PT.PLN juga banyak mendapat masukan dari para tamu undangan, sehingga diharpakan dapat menjadi feedback bagi PLN agar dapat terus berbenah meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat, investor dan semua sektor. (MJ)

Author


Avatar