Bahasa Indonesia, Events, News

DPMPTSP Kabupaten/Kota Siap Gunakan SIPID

Banda Aceh, Selasa (15 Agustus 2017). Sosialisasi Sistem Informasi Potensi
Investasi Daerah (SIPID) bagi Kabupaten/Kota bertujuan untuk memetakan potensi
investasi daerah. Hal ini berguna untuk memberi kemudahan bagi calon investor dalam
mendapatkan informasi detil mengenai peluang investasi yang terdapat di daerah
tersebut. Hal ini disampaikan oleh Pak Dhanang Widananto selaku Kepala Seksi Sektor
Industri Logam Mesin Transportasi & Telematika, Direktorat Pengembangan Potensi
Daerah.

Selain itu beliau juga menyarankan agar Kabupaten/Kota segera mengisi
potensi investasi yang terdapat di daerahnya masing-masing ke dalam SIPID, karena
calon investor sekarang ini sudah sangat maju dalam mencari lokasi investasi dengan
menggunakan internet. Kecanggihan teknologi dimanfaatkan calon investor untuk
mempermudah mencari lokasi sebelum para investor datang langsung.


Sosialisasi SIPID yang dilaksanakan di Grand Nanggroe Hotel pada Selasa (15/08)
juga menghadirkan pemateri bapak Tunggul Wijayanto yang menjabat sebagai Analis
Pengembangan Potensi Daerah, Direktorat Pengembangan Potensi Daerah BKPM RI.
Selain memparkan mengenai SIPID beliau juga langsung memberikan simulasi cara
mengakses dan menggunakan SIPID bagi Kabupaten/Kota yang hadir. Kabupaten/Kota
yang belajar mengakses SIPID terlihat cukup bersemangat dalam mempelajari
penginputkan data potensi daerah namun karena masih terbatasnya data yang dimiliki
Kabupaten/Kota menjadi kendala tersendiri sehingga informasi yang ditampilkan belum
lengkap.


Para peserta dapat langsung berdiskusi dengan pemateri, salah satunya adalah
peserta dari Aceh Selatan, Mil Amshal yang bertanya mengenai kebijakan pemerintah
tentang harga yang sesuai untuk komoditi hasil Sumber Daya Alam di Aceh Selatan.
Karena ada kesenjangan harga komoditi antara petani dan Investor/agen. “Masalah ini
tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Harus melibatkan dinas terkait, DPMPTSP
Provinsi bisa bekerja sama dengan Dinas Perkebunan bagaimana pemecahan
masalahnya agar mendapat solusi yang terbaik, dan juga bisa diteruskan kepada
Kementerian ”jawab Pak Dhanang.


Peserta lainnya dari sabang menanyakan tentang kemungkinan jika Pemko Sabang
melakukan kajian tentang pariwisata dan berkonsultasi dengan BKPM. Menurut
pemateri, Dhanang, BKPM pernah melakukan kajian di Kabupaten Bener Meriah Tahun
2012 tentang Pembangkit Listrik Geothermal. Namun mereka akan mengupayakan
menyampaikan hal ini kepada Subdit yang terkait agar Aceh dimasukkan dalam kajian
Investasi. Acara ini dibuka oleh Sekretaris DPMPTSP Aceh, Bapak Zulkarnaini, dan
dimoderatori oleh Bapak Zulkifli Hamid selaku Kasi. Deregulasi Penanaman Modal.
(MJ, YS).

Author


Avatar