Bahasa Indonesia

E-Project Untuk Rakyat Aceh

BANDA ACEH, (Selasa, 07 Oktober 2017). Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada saat ini ditunjang oleh sektor-sektor yang terus berkembang dan menunjukkan angka perbaikan terutama dari sektor pariwisata. Sebagai salah satu daerah yang terkenal dengan keindahan lautnya, Sabang selalu mencuri perhatian wisatawan dari nusantara maupun mancanegara. Hal ini terlihat dari jumlah wisatawan yang mengunjungi Kota Sabang dari tahun ke tahun semakin meningkat.

Melihat begitu banyak hal yang menjanjikan, perusahaan Global Port Asia dari Singapura ingin mengusulkan sebuah proyek portal digital yang bernama “e-project rakyat”. E-project rakyat adalah sebuah aplikasi digital yang bertujuan untuk mengetahui pengunjung keluar dan masuk Sabang dengan aplikasi elektronik di pintu masuk dan keluar pelabuhan. Melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Aceh perusahaan Global Port Asia menjelaskan secara detail master plan untuk project ini. Proyek ini bernilai US$10 Juta dan ditangung 50-50 antara perusahaan dan Pemerintah Aceh, dengan kontrak kerja sama selama 30 tahun. Pemerintah Aceh akan menyetor US$2 Juta untuk pelaksanaan proyek tahap awal.

Henry Tey sebagai Direktur perusahaan Global Port Asia menambahkan diperkirakan ada sebanyak 5000 pengunjung non Aceh dan 500.000 orang Aceh yang memasuki Sabang setiap tahunnya. Perusahaan memperoleh laba dari biaya masuk yang dikenakan kepada setiap pengunjung ke Sabang dari Banda Aceh. Setiap pengunjung yang bukan berasal dari Aceh akan dikenakan bayaran US$2 per entry, sedangkan pengunjung orang Aceh dikenakan biaya US$0,5.

Agussalim dari BPKS menerangkan Global Port Asia merupakan satu-satunya perusahaan yang telah mempunyai legalitas dan memenangkan tender yang diadakan BPKS. Di dalam proposal Global Port Asia menyebutkan  mereka berani menginvestasikan US$ 750 Juta.

Rapat kecil yang bertempat di Oproom Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Aceh tersebut turut dihadiri oleh beberapa pejabat di Aceh, yaitu mantan Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Bupati Aceh Besar Mawardi Ali, Walikota Sabang Nazaruddin, Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang Fauzi Husin, Kepala Dinas Perhubungan Zulkarnaeni, dan beberapa Staf dari instansi terkait lainnya. “Sebelum melangkah lebih jauh kami menyarankan untuk mensurvey lebih jauh, kami Pemerintah Aceh sangat mendukung dengan hal ini, dan siap memberikan data-data yang diperlukan”. Ujar Zulkarnaeni Kepala Dinas Perhubungan Aceh.(YS)

Author


Avatar