Bahasa Indonesia

KEK Arun Layani Izin Investasi

BANDA ACEH – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe akan melayani izin investasi para investor mulai Januari 2018 seiring dibukanya Kantor Administrator KEK Arun di Jalan Medan-Banda Aceh, Blang Lancang, Gampong Blang Pulo, Kecamatan Muara Batu, Kota Lhokseumawe.

 

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) Aceh, Ir Iskandar MSC menyampaikan hal ini ketika menjawab Serambi kemarin seusai acara Forum Bisnis KEK Arun di Hotel Kyriad Muraya, Banda Aceh, Kamis (14/12). “Pembukaan operasional kantor direncanakan minggu kedua atau ketiga bulan Januari 2018,” kata Iskandar.

 

Iskandar menyebutkan sebelumnya ada lima pelimpahan kewenangan perizinan belum dilimpahkan kepada Badan Usaha Pembangunan Pengelola (BUPP) KEK Arun, namun kini tiga di antaranya sudah dilimpahkan, yaitu kewenangan pengurusan perizinan oleh Pemerintah Aceh, Pemko Lhokseumawe, dan Pemkab Aceh Utara. “Tinggal dua perizinan lagi, yaitu kewenangan dari BKPM dan Kementerian Perdagangan yang dijadwalkan awal bulan depan surat pelimpahan kewenangan itu sudah turun,” kata Iskandar.

 

Menurutnya, sejalan dengan selesainya pelimpahan kelima kewenangan itu, minggu kedua atau ketiga bulan depan, maka sudah bisa dibuka Kantor Administrator KEK Arun tersebut di Blang Lancang. Rencana akan dibukanya Kantor Administrator KEK Arun itu juga disambut baik peserta Forum Bisnis KEK Arun, yakni dari asosiasi dunia usaha dan pengusaha di Aceh dan pusat, seperti Kadin, Apindo, dan lainnya.

 

“Acara Forum Bisnis KEK Arun seperti ini perlu dilakukan di Jakarta, Banten, Surabaya, Bandung, Makassar, Medan dan luar negeri. Tujuannya untuk mempromosikan KEK Arun di luar negeri. Untuk memberikan kemudahan pelayanan perizinan dan informasi tentang KEK Arun kepada investor, kita juga sudah buka Kantor Perwakilan Administator KEK Arun di Jalan Bangka Raya Nomor 107, Jakarta,” jelas Iskandar.

 

Adapun tiga narasumber pada Forum Bisnis KEK Arun kemarin adalah Dewan Nasional KEK, Bambang Wijanarko, Direktur Utama PT Patriot Nusantara Aceh, Birman Prabowo. Perusahaan ini yang berperan sebagai Badan Usaha Pembangunan dan Pengelola (BUPP) KEK Arun. Narasumber ketiga, Representatif PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), T Suhatsyah. Ketiga narasumber dalam diskusi yang dimoderatori Redaktur Pelaksana Harian Serambi, Yarmen Dinamika itu, optimis KEK Arun akan cepat berkembang.

 

Alasannya, menurut Bambang karena fasilitas infrastruktur KEK Arun lebih baik dibandingkan beberapa KEK di Indonesia. “Sekarang tinggal bagaimana cara Dirut dan Personel PT PT Patriot Nusantara Aceh berperan baik dan bagus, sehingga menimbulkan kepercayaan investor menanamkan investasinya di KEK Arun ini,” kata Bambang.

 

Sedangkan Dirut PT Patriot Nusantara Aceh, Birman Prabowo antara lain mengatakan pihaknya akan melibatkan pengusaha lokal secara proporsional dan profesional dalam proyek ini, di samping juga memberi kemudahan dan diskon berbagai pajak. Adapun T Suhatsyah antara lain mengatakan kehadiran sejumlah perusahaan BUMN di KEK Arun, seperti PT PIM, Pelindo dan PT Pertamina, akan membercepat jalannya operasi KEK dan berdampak positif terhadap kegiatan ekonomi masyarakat, daerah, dan nasional.

 

“Berbagai pabrik pupuk bisa hadir di KEK Arun, asal bahan baku dan sumber energi gas di Aceh tak lagi diekspor ke luar negeri, tapi digunakan semaksimalnya untuk kebutuhan bahan baku pabrik pupuk dan industri di KEK Arun, termasuk gas LNG yang akan diproduksi Medco dari ladang gas yang sudah ditemukan itu,” kata Suhatsyah. (her)

Author


Avatar