Jl. Ahmad Yani, No. 39, Peunayong - Banda Aceh Phone: +62651 23170
Bahasa Indonesia

Banda Aceh, Senin (23 Juli 2018).  Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu kembali menyelenggarakan Sosialisasi Sistem Informasi Potensi Investasi Daerah (SIPID) Tahun 2018. SIPID merupakan suatu sistem informasi berbasis web yang berfungsi untuk menyediakan informasi mengenai potensi investasi daerah. SIPID juga merupakan salah satu upaya BKPM dalam berkontribusi untuk pencapaian target investasi dengan menfasilitasi dan mempromosikan peluang dan potensi investasi yang dimiliki oleh daerah. SIPID akan terus berintegrasi antara Provinsi, Kabupaten/Kota yang dapat diakses langsung oleh para investor dan calon investor di dalam maupun luar negeri. Hal ini disampaikan oleh Pak Wing Parikesit selaku Kasubdit Sektor Primer dan Tersier, Direktorat Pengembangan Potensi Daerah BKPM RI.

Sosialisasi Sistem Informasi dan Potensi Investasi Daerah (SIPID) yang dilaksanakan di Hotel Grand Arabia Senin 23 Juli 2018, juga menghadirkan pemateri Astrid Indah Lestari yang menjabat sebagai Pengelola SIPID. Selain memaparkan materi, Astrid juga langsung memberikan simulasi kepada peserta cara menggunakan SIPID. Peserta terlihat antusias dalam mempelajari penginputan data potensi investasi yang di daerah masing-masing.

Salah seorang Peserta dari Kota Lhokseumawe yang bernama Rizal Haiqi menanyakan apakah SIPID ini telah mempunyai landasan hukum. Karena menurutnya kalau dasar hukumnya belum jelas perhatian pemerintah daerah terhadap data-data seperti ini sangat minim. Jika belum ada dasar hukumnya, rizal mengusulkan membuat regulasi dari pusat untuk kemudian di adopsi oleh Pemerintah Aceh kedalam Pergub, Perwal atau Perbub untuk kejelasan data dari SIPID ini.

“Dasar hukumnya memang belum ada tapi terkait dengan SIPID ini merupakan tupoksi kami yang mengacu pada Peraturan Kepala BKPM Nomor 1 Tahun 2011 yaitu melakukan identifikasi, melakukan analisa terhadap potensi dan peluang  sampai pada pengdokumentasian secara elektronik. Namun, SIPID ini dibuat untuk memberi ruang kepada teman teman daerah untuk memanfaatkan sistem ini. Harapan kami hanya agar di support data dari daerah walau belum ada payung hukumnya” ujar pak Wing. (ys).

0

Bahasa Indonesia

DIALEKSIS.COM | Aceh Besar- Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mengikut serta sejumlah produk unggulan pada pameran perdagangan Indonesia – Malaysia – Thailand Growth Triangle (IMT-GT) dan BIMP-EAGA Trade Fair ke-4, 2018 di Convension Center Price of Songkla University, Hatyai Thailand yang  berlangsung 19 hingga 22 Juli 2018.

 

Bupati Aceh Besar Ir Mawardi Ali selaku pimpinan delegasi menjekaskan, bahwa keikutsertaan pada pameran tersebut untuk menunjukkan karakter dan ciri khas daerah, Aceh Besar dengan memamerkan beberapa produk unggulannya seperti kopi dan hasil kerajinan tangan di stand pameran Aceh Besar yang berada di The 4th IMT-GT dan BIMP-EAGA TRADE FAIR 2018 yang mengusung tema ” The Future of Agricultural Product Innovation and Environment ” yaitu masa depan inovasi produk pertanian dan lingkungan hidup.

 

“Kita memastikan bahwa Aceh Besar adalah wilayah yang akan terlibat langsung dalam usaha pengembangan inovasi produk pertanian dan lingkungan hidup di wilayah yang dipimpinnya dimasa mendatang,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan IMT GT, Philippines East Asean Growth Trade Fair ke-4 tahun 2018 ini merupakan kelompok subregional ASEAN yang bertujuan meningkatkan perkembangan ekonomi di 32 wilayah di tiga negara, yakni 10 Provinsi di Indonesia termasuk Aceh, delapan negara bagian diwilayah utara Malaysia, dan 14 di wilayah Thailand. Kegiatan dua tahunan ini dilaksanakan secara bergilir dinegara anggota BIMP-EAGA maupun IMT-GT.

 

Selain memamerkan produk-produk unggulan UMKM, pihaknya juga melakukan promosi destinasi wisata terbaik dan potensi alam lainnya yang dimiliki Aceh Besar dengan tujuan menargetkan kunjungan wisata dari kawasan Asia Tenggara. “Semoga saja dengan hadirnya Aceh Besar dikancah ASEAN semakin memberikan inovasi baru untuk pengembangan daerah dan semakin dikenal di dunia Internasional dengan daerah yang memiliki sumber daya pertanian yang bagus serta wisata yang menarik,” demikian Mawardi Ali.

 

Dalam pameran tersebut, Bupati Aceh Besar turut mengikuti sertakan selain pelaku usaha, Ketua Dekranasda Aceh Besar Rahmah Abdullah SH, Kadiskop, UKM dan Perdagangan Taufiq SH, Kadisparpora Ridwan Jamil SSos MSi dan sejumlah pejabat terkait lainnya.(KBRN/RRI)

Editor :

HARISS Z

0