Bahasa Indonesia

“Investasi Belum Masuk ke Tanah Rencong..?”, Begini Kata Kepala DPMPTSP Aceh

aulia sofyan

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Aceh Aulia Sofyan mengatakan perlu jawaban komprehensif menyangkut realisasi investasi di Aceh. Sebab, menurut dia, menggalakkan investasi merupakan pekerjaan lintas sektor.

“Jadi, ketika ada yang tanya investasi, bukan DPMPTSP sendiri yang jawab,” kata Aulia saat dimintai tanggapannya tentang pertanyaan Duta Besar Finlandia untuk Indonesia, H. E. Mrs Pdivi Hiltunen-Toivio kepada Ketua DPRA Muharuddin, kenapa hingga saat ini Aceh belum dilirik oleh investor.

Aulia mengatakan, menjawab persoalan realisasi investasi juga bisa dari beberapa perspektif. Dia sendiri memilih untuk menjelaskan dari perspektif promosi.

Kepada BERITAKINI.CO, Aulia menjelaskan panjang lebar secara tertulis promosi yang sudah dilakukan SKPA yang dia pimpinnya. Tak lupa pula dia memasukkan beberapa pencapaian DPMPTSP Aceh.

Menurut Aulia, DPMPTSP Aceh telah melakukan serangkaian promosi baik dalam dan luar negeri untuk menggaet investor supaya mau menanamkan modalnya di Tanah Rencong.

Pada 2017 lalu, misalnya, DPMPTSP Aceh melakukan kegiatan promosi luar negeri di beberapa negara, namun berdasarkan undangan dari penyelenggara, seperti kegiatan trade, torism and investment (TTI) forum.
“Kehadiran kita untuk memperkenalkan potensi investasi apa saja yang dapat dikembangkan di Aceh, adanya jaminan keamanan dari pemerintah, lahan yang clear and clean, incentive dan kemudahan yang diberikan, jaminan ketersediaan tenaga kerja (skill dan unskill), dan infrastruktur pendukung (jalan, pelabuhan, bandara, ketersediaan energi dan air bersih),” katanya.

Hal yang sama juga dilakukan untuk menarik investasi dalam negeri. Aulia bahkan mengatakan, DPMPTSP Aceh malah sudah melakukan misi investasi dengan sistem jemput bola ke perusahaan-perusahaan bonafit di Jakarta, seperti PT Jababeka. Perusahaan ini, kata Aulia, telah melakukan kerjasama dengan Pemko Banda Aceh.
“Ada PT Jaya Saka Aceh, saat ini mereka sudah mengurus akte pendirian perusahaan, dan dalam waktu dekat akan melakukan kunjungan lapangan untuk melihat ketersediaan lahan untuk lahan inti untuk membangun pabrik gula di wilayah Bireuen dan Bener Meriah,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan, promosi yang dilakukan tak serta merta serta merta bisa merealisasikan investasi. Sebab, katanya, investor membutuhkan data dan informasi yang akurat tentang rencana investasi yang akan dikembangkan.
“Adanya minat investor untuk tahu lebih lanjut tentang potensi investasi merupakan sebuah keberhasilan dalam aktivitas promosi, dengan adanya minat maka mereka akan melakukan kunjungan ke Aceh. Dengan begitu, poin pertama kita berhasil meningkatkan angka destinasi turis asing ke Aceh, yang mendatangkan multiplier efek bagi Aceh, flight, reservasi hotel, makan, transportasi, oleh-oleh dan lainnya,” kata dia.



sumber:

http://beritakini.co/