Bahasa Indonesia, Event, investinaceh

TOURISM BUSINESS MATCHING DAN FAMTRIP


Banda Aceh, Rabu (15 Agustus 2018).
 Pemerintah Aceh melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh turut mendukung pengembangan pariwisata aceh secara serius di berbagai potensi budaya dan alam. Salah satunya dengan terselenggaranya kegiatan Tourism Business Matching dan Famtrip selama 3 hari terhitung tanggal 13-15 Agustus 2018 yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-7 yang diikuti 24 peserta top table yang terdiri dari 47 peserta buyer dan seller yang berasal dari Aceh, Vietnam, Malaysia, Turki, Thailand, Jepang, Jakarta, Palembang, Riau, Medan, dan Bandung.

Acara puncak  kegiatan Aceh Tourism Business Matching dan Famtrip yang diadakan di Hotel Hermes Palace Banda Aceh ini dibuka langsung oleh Wakil Ketua Seksi Aceh Tourism Business Matching dan Famtrip, Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Aceh, Amiruddin Tjoet Hasan mewakili Kepala DPMPTSP Aceh selaku Ketua Seksi, dimana di dalam kata-kata sambutannya menyebutkan Pemerintah Aceh sangat semangat untuk membawa Aceh menjadi destinasi budaya unggulan. Aceh sendiri sudah dikenal, dikunjungi, dan dirasakan keunikannya oleh para pelancong dari berbagai latar belakang kebudayaan dunia. Sebagaimana diketahui, Aceh telah meraih berbagai penghargaan kompetisi Pariwiasata Halal Nasional pada Tahun 2016, yaitu sebagai destinasi Budaya Ramah Wisatawan Muslim Terbaik, Bandara Sultan Iskandar Muda sebagai Airport Ramah Wisatawan Muslim Terbaik, dan Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh sebagai Daya Tarik Wisata Terbaik. Selain itu, Aceh juga mendapat penghargaan pada Halal Tourism Award pada tahun 2016, yaitu Aceh sebagai World’s Halal Cultural Destination dan Worid’s Best Airport for Halal Travellers.

Untuk itu, Pemerintah Aceh terus melakukan pengembangan pariwisata secara secara serius dan terencana sebagaimana termaktub dalam Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Nasional (RIPPN) dan dirincikan lagi dalam Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPDA). Sejalan dengan hal tersebut, beberapa daerah telah dipersiapkan menjadi destinasi wisata di Aceh yaitu Kota Banda Aceh, Kota Sabang, Kabupaten Aceh Besar, Kabupaten Singkil, Dataran Tinggi Gayo, Kabupaten Simeulue, dan Kabupaten lain yang memiliki potensi pariwisata. Pemerintah Aceh menawarkan investasi pembangunan sarana pendukung wista, seperti hotel, resort, restoran dan lainnya, terutama di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang yang lahannya sudah clear and clean, dengan perizinan yang cepat dan insentif yang menguntungkan dunia usaha.

business forum

Suasana para peserta yang berasal dari Aceh, Vietnam, Malaysia, Jakarta, Palembang, Riau, Medan, dan Bandung saat mempromosikan destinasi wisata daerah masing-masing.


Pengembangan pariwisata ini tidak terlepas dari peran para pebisnis sektor pariwisata seperti travel agent, tour planner, event organizer, MICE service provider, serta para pelaku usaha lainnya sehingga dengan adanya acara Tourism Business Matching dan Famtrip ini menjadi ajang yang sangat selektif bagi semua pihak, para seller dan buyer untuk menemukan calon mitra bisnis potensial. Pemerintah Aceh mengharapkan acara ini dan kegiatan Famtrip dapat memperluas jaringan bisnis para pebisnis sektor pariwisata dengan pangsa pasar, mitra usaha, dan destinasi baru agar kebudayaan Aceh tetap lestari, tapi juga dapat memberikan multiplyer effect bagi gerak roda ekonomi masyarakat Aceh. (EK)