Bahasa Indonesia, Event, investinaceh, investment, News

PELUANG INVESTASI SEKTOR PERTANIAN/PERKEBUNAN PT. GREAT GIANT PINEAPPLE (GGP) DI ACEH GUNA MENDUKUNG KAWASAN INDUSTRI ACEH (KIA) LADONG

Banda Aceh, Rapat Koordinasi yang diadakan pada hari Senin tanggal 17 September 2018 di Ruang Oproom DPMPTSP Aceh, dihadiri oleh pejabat struktural DPMPTSP, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Aceh, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh, Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA), dan KIA Ladong dengan tujuan membahas rencana investasi dari PT. Great Giant Pineapple (GGP) di Aceh. PT. Great Giant Pineapple (GPP) ini telah berdiri di Lampung Tengah dan telah berkecimpung di bidang pabrik olahan nenas. Saat ini, produk nenas olahan mereka telah diekspor ke berbagai negara di Asia Selatan dan Afrika. Rencana PT. GGP melakukan investasi di Aceh juga dikemukakan oleh Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri kepada Pemerintah Aceh.

GGP meminta Pemerintah Aceh untuk memfasilitasi penyediaan lahan pertanian hortikultura dengan minimal lahan 4000 Hektar (Ha) dengan permukaan lahan datar. Selain itu, PT. GGP juga berjanji akan mempekerjakan tenaga kerja berjumlah 1,5 orang pekerja per Ha sehingga total tenaga kerja yang akan terserap berjumlah 6000 orang pekerja ditambah dengan tenaga kerja yang akan terserap di pabrik penyimpanan dan pengepakan milik PT. GGP di KIA Ladong nantinya. Pemilihan KIA Ladong ini dilatarbelakangi dekat dengan Pelabuhan Malahayati dan telah tersedianya berbagai infrastruktur di KIA Ladong, Aceh Besar seperti listrik, air bersih, izin lingkungan dan lain-lain.

Merespon hal tersebut, pada rapat koordinasi ini, PDPA mengharapkan adanya koordinasi dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh,  Dinas Pertanahan Aceh dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh dalam melakukan percepatan penyelesaian status lahan agar nantinya lahan yang akan direncanakan untuk perkebunan PT. GGP ini tidak tumpang tindih (Overlapping) dengan kepemilikan lain. Selain isu penyediaan lahan, keterlibatan masyarakat melalui sistem transmigrasi dan famming juga menjadi salah satu solusi untuk mencukupi kebutuhan lahan untuk PT. GGP di dalam rapat tersebut. (EKA)