Bahasa Indonesia, Event, investment, News

Forum Fasilitasi Kemitraan Ukm Dengan Perusahaan Pma/Pmdn, Bumd/Bumn Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Aceh

Banda Aceh, Forum Fasilitasi Kemitraan Ukm Dengan Perusahaan PMA/PMDN, BUMD/BUMN dan Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Aceh yang diadakan pada hari Kamis tanggal 27 September 2018 bertempat di Hotel Grand Arabia yang dilaksanakan oleh DPMPTSP Aceh dengan mengundang para undangan yang terdiri dari UKM yang berasal dari berbagai kabupaten kota di Aceh, Perusahaan BUMN seperti PT. TELKOM Indonesia, Bank MANDIRI dan Bank Negara Indonesia (BNI), serta Perusahaan Pengolahan Kelapa Sawit (PKS) seperti PT. Surya Panen Subur dan PT. Ujong Neubok Dalam dan Perwakilan Dari Dinas Industri dan Perdagangan Aceh. Forum ini dibuka langsung oleh Bapak Sekretaris DPMPTSP Aceh, Zulkarnaini, S.E., beliau mengatakan “Diharapkan dapat memberikan dampak positif serta dukungan Pemerintah Aceh dalam memfasilitasi kerjasama UKM dengan Perusahaan guna mengembangkan kemampuan Usaha UMKM menjadi usaha yang tangguh dan mandiri”.

 

Setelah acara Pembukaan, Forum dilanjutkan dengan Presentasi dan Diskusi dari berbagai Narasumber yang berasal dari Pemerintah, Konsultan PLUT KUMKM Aceh, dan Perusahaan. Presentasi pertama yang disampaikan oleh Kasi Sekunder Direktorat Pemberdayaan Usaha BKPM RI, Hanafiah, S. Sos., mengangkat tema tentang Peran Pemerintah Dalam Mengembangkan UMKM. Hanafiah membahas Dasar-dasar Hukum yang mendasari bidang usaha diantaranya UU Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal, UU No. 20 Tahun 2008 Tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Peraturan Pemerintah (PP) No. 17 Tahun 2013  Tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, PP No. 98 Tahun 2014 Tentang Perizinan untuk Usaha Mikro dan Kecil serta PP No. 44 Tahun 2016 Tentang Daftar Usaha Yang tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka Dengan Persyaratan Di Bidang Penanaman Modal. Selain itu, Hanafiah menjelaskan “Bidang Usaha dalam kegiatan Penanaman Modal Terdiri atas bidang usaha yang terbuka, tertutup, dan terbuka dengan Persyaratan”. Beliau juga menjelaskan bahwa bidang usaha yang mampu melibatkan kemitraan usaha dapat mendatangkan keuntungan dan memperkuat antara pelaku usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. “Pemerintah melalui Direktorat Pemberdayaan Usaha BKPM, mendukung pola kemitraan ini dengan mengadakan pelatihan kemampuan kewirausahaan, Matchmaking dalam negeri dan luar negeri, dan monitoring perusahaan PMA dan PMDN yang wajib bermitra” penjelasan Hanafiah.

 

Presentasi Kedua disampaikan oleh Pujo Basuki selaku Konsultan PLUT KUMKM Aceh, dalam pemaparannya Pujo mengambil tema tentang Pengembangan Jaringan dan Kerjasama/Kemitraan dalam Pembinaan KUMKM Aceh. Pujo menjelaskan “PLUT sendiri merupakan Pusat Layanan Usaha Terpadu yang menjadi program dari Kementerian Koperasi dan UKM yang di Indonesia sendiri telah ada sekitar 49 Kantor PLUT guna memberi pendampingan KUMKM dalam lingkup produksi meliputi akses bahan baku, pemasaran (meliputi informasi pasar, fasilitas akses pasar, promosi dan jaringan pemasaran), pembiayaan (meliputi advokasi dan pendampingan jasa keuangan), kelembagaan (meliputi koperasi, kemitraan, klaster, fasilitas perijinan seperti aplikasi OSS), dan SDM (meliputi pelatihan, pendampingan, akses magang, kerjasama diklat/pendampingan dengan swasta).”

 

Presentasi berikutnya disampaikan oleh Direktur PT. Zio Nutri Prima, Faozi Hikmah. Presentasi ini di kemas dengan berbagi pengalaman dengan UKM di Aceh menambah antusias peserta Forum ini. Faozi menceritakan tentang proses perkembangan usaha puree (bubur) perusahaan ini  yang dimulai sejak Juni 2007 dan masih menggunakan proses produksi secara manual hingga saat ini yang mampu menyuplai hasil produksi ke berbagai perusahaan besar seperti Mayora, ABC, dan lain-lain. Selanjutnya, presentasi terakhir disampaikan oleh Andriansyah selaku Kepala Pabrik Kepala Sawit Amara Plantation (PT. Surya Panen Subur). Andriansyah menjelaskan proses pengolahan kelapa sawit dan pemanfaatan limbah pabrik kelapa sawit (PKS) yang dimulai dengan proses penerimaan bahan baku yang berasal dari kebun sendiri dan kebun mitra dari masyarakat sekitar dimana keterlibatan masyarakat ini merupakan salah satu contoh bentuk kemitraan dalam bidang usaha. Selain itu, proses produksi kelapa sawit menjadi crude palm oil (CPO) dan limbah yang memiliki nilai guna tinggi seperti limbah tandan kosong yang bermanfaat sebagai pupuk kompos, pulp kertas, dan energi, limbah cangkang untuk arang, karbon aktif, serta limbah serabut untuk energi, pulp kertas, papan partikel.

forum UKM, dpmptsp aceh

forum UKM

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, forum dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi oleh para peserta kepada narasumber diantaranya kurangnya keberadaan PLUT di Kabupaten, masa daya simpan untuk produk buah-buahan, permodalan UKM yang masih sulit, dan kurangnya sarana prasarana untuk mendukung perusahaan dalam berbagai proses produksi seperti kemasan dan lain-lain. Selanjutnya, forum ini ditutup dengan one on one meeting dan penandatangan Mou Kerjasama antara pihak UMKM, Perusahaan dan perbankan. (EKA)