Event, investinaceh, investment

Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Agro Industri Aceh

Banda Aceh, Kegiatan rapat pada hari Kamis tanggal 08 November 2018 di ruang Oproom DPMPTSP Aceh merupakan bukti keseriusan Pemerintah Aceh dalam melakukan Penyusunan Pemetaan Potensi Dan Peluang Investasi Sektor Agroindustri Aceh guna meningkatkan investasi daerah. Rapat yang mengambil topik “Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi” ini disampaikan oleh Tim Penyusun Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Aceh diwakili oleh Dr. Jen Surya S.E., M.Si.Ak.CA. dan turut hadiri Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Aceh Barat, Kepala DPMPTSP Kabupaten Aceh Jaya, Kepala DPMPTSP Kabupaten Aceh Barat, Perwakilan dari DPMPTSP KaBupaten Aceh Singkil, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Dinas Kelautan Perikanan KabUpaten Nagan Raya. 
Jen Surya mengatakan “Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi ini berguna untuk memberikan informasi potensi dan peluang sumber daya investasi yang ada dan informasi jenis industri potensial yang dapat berinvestasi sesuai dengan potensi dan peluang sumber daya investasi yang ada”. Beliau menambahkan “Ruang lingkup dari kajian ini mencakup wilayah barat-selatan Aceh dengan melihat potensi unggulan Kabupaten/Kota meliputi lokasi, ketersediaan bahan baku, ketersedian lahan, sarana dan prasarana penunjang investasi, analisis kelayakan investasi dengan RTRW dan informasi potensi produk unggulan”.

Berdasarkan data statistik, saat ini produk unggulan dari wilayah barat-selatan Aceh merupakan hasil perkebunan berupa kelapa sawit, karet, kopi, kelapa, pala, dan coklat. Namun, untuk kelapa sawit, Pabrik Kelapa Sawit (PKS) hanya terbatas untuk menghasilkan CPO, inti sawit, dan serabut kelapa dengan kapasitas 30 – 60 Ton TBS/jam. Saat ini belum tersedianya Pabrik turunan sawit yang mampu memngurangi ketergantungan wilayah barat-selatan atas sabun, mentega, produk kecantikan, biodiesel, serta produk turunan sawit. Selain hasil perkebunan, produk unggulan juga berasal dari bidang perikanan baik perikanan budi daya maupun perikanan tangkap. Bahkan, potensi di perikanan ini cukup memadai untuk ekspor.

Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan Aceh, Cut Yusmaniar menambahkan “saat ini, kabupaten Aceh Selatan telah memiliki dua buah cold storage yang mana salah satunya sudah mampu mengekspor ke luar negeri walaupun tetap harus lewat Sumatera Utara”. Selain itu, beliau juga mengharapkan nantinya adanya investor yang bersedia untuk berinvestasi di Pabrik Es guna untuk mendukung persediaan es balok agar mutu ikan tanggap nelayan bertahan lama hingga sampai di darat.

Rapat ini juga bertujuan untuk mendengarkan saran dari perwakilan kabupaten/kota guna penyempurnaan Penyusunan Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Sektor Agroindustri Aceh hingga akhir rapat dapat diambil kesimpulan berupa penyempurnaan sumber data produksi hasil perkebunan dan perikanan sebagai bahan baku unggulan, pemetaan potensi dan peluang investasi ini dapat menjadi acuan Pemerintah Daerah dalam penyusunan rekomendasi dan kebijakan-kebijakan pendukung, dan peluang investasi jenis apa yang sesuai dengan wilayah barat-selatan Aceh. (EKA)

Kajian pemetaan potensi Dan peluang investasi Ini Juga diharapkan nantinya dapat menjadi rujukan dan reverensi untuk pengimputan data dan informasi aplikasi Sistem Informasi Potensi Investasi Daerah (SIPID) www.regionalinvestment.bkpm.go.id


  • Text Hover