aceh, Bahasa Indonesia, Event, investment, News

BERITA PERS DPMPTSP Aceh Nomor: 01/PPIPM/DPMPTSP/2020 DPMPTSP ACEH SELENGGARAKAN MUSRENBANG INVESTASI 2021

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Investasi Tahun 2021, acara yang bertajuk “Investment Planning Forum (IPF)” berlangsung selama dua hari, pada tanggal 5 dan 6 Februari 2020 bertempat di Hotel Kyriad Muraya Banda Aceh. Acara dibuka oleh Plt. Gubernur Aceh yang diwakili oleh Dr Mahyuzar, Staf Ahli Gubernur Aceh bidang Perekonomian, Keuangan dan Pembangunan. Plt. Gubernur Aceh dalam sambutannya mengharapkan bahwa kegiatan ini sangat penting diikuti oleh para pihak terkait investasi di Aceh, mengingat target realisasi investasi di Aceh tahun 2021 sebesar Rp 6 triliun, yang mesti diraih dengan kolaborasi seluruh pihak. 
Sementara itu, ketua panitia pelaksana, Marthunis, ST, DEA, Kabid Perencanaan dan Pengembangan Iklim Penanaman Modal DPMPTSP Aceh kepada media menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menerima masukan bagi penyusunan Rencana kerja Pembangunan (RKP/RKPA) dan Rencana Kerja SKPK/SKPA, dan Kementerian/Lembaga Tahun 2021 melalui saluran Musrenbang RKPA yang akan berlangsung ke depannya.
Kegiatan ini dihadiri oleh SKPA terkait, DPMPTSP kabupaten/kota se-Aceh, Bappeda kabupaten/kota se-Aceh, BUMN, pengelola kawasan, asosiasi pelaku usaha, BUMN, dan perusahaan.

Pada sesi panelis, ada dua narasumber yaitu Ibu Enny Sri Hartati, peneliti senior dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Jakarta, dalam paparannya beliau menjelaskan kondisi perekonomian Aceh dibandingkan pusat, investasi Aceh dibandingkan dengan pulau Sumatera dan nasional. Narasumber yang sering muncul di layar televisi tersebut menyampaikan bahwa “Investor agamanya adalah keuntungan”, jadi harus benar-benar dipastikan bahwa daerah mampu memberikan kemudahan kepada investor dalam menarik investasi sebanyak-banyaknya.

Sedangkan narasumber dari BI yaitu Ibu Wiwit Widyastuti, Deputi Direktur, Kepala Divisi Hubungan Investor, Departemen Internasional Bank Indonesia Pusat mengharapkan bahwa daerah agar mempersiapkan profil proyek investasi yang benar-benar sudah siap untuk ditawarkan kepada investor (clear and clean), hasil survey Bank Indonesia menyimpulkan bahwa tumpang tindih regulasi masih dianggap sebagai faktor penghambat investasi, faktor lainnya adalah ketersediaan infrastruktur, dan aspek ketenagakerjaan.

Rekomendasi kegiatan ini antara lain pertama, penyelesaian kasus hambatan investasi sebagai bentuk promosi efektif dalam memperbaiki persepsi investor untuk menanamkan modalnya di suatu daerah. Kedua, kelembagaan DPMTSP diharapkan benar-benar memiliki kewenangan dan otoritas penuh dalam memberikan pelayanan perizinan dan nonperizinan kepada pelaku usaha, sehingga keberadaan pelayanan terpadu satu pintu benar-benar dapat diterapkan, dan Ketiga, Keberadaan UMKM harus mendapat prioritas dalam perencanaan pembangunan, sehingga bisa naik kelas menjadi investor.

Sumber Berita Pers : 
Bidang Perencanaan dan Pengembangan Iklim (PPI)


Author


Avatar