aceh, pranala luar

BKPM Tawarkan Kemudahan Lahan di Kawasan Industri Batang

 Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menawarkan kemudahan pengurusan lahan di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang. Jawa Tengah, investor yang hendak merelokasi usaha ke Indonesia. Anggota Komite Investasi BKPM, Rizal Calvary, mengatakan kawasan industri yang berlokasi di Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, itu paling diunggulkan dari segi lahan dibanding kawasan industri lain.

“Pembebasannya mudah karena memakai lahan milik negara. Lokasinya dikelilingi infrastruktur pendukung,” kata dia kepada Tempo , kemarin.

Kawasan Industri Batang disiapkan negara untuk menyambut perusahaan asing, termasuk dari Amerika dan Jepang, yang memindahkan usaha dari Cina ke Asia Tenggara. Di lahan seluas 4.368 hektare yang awalnya dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX ini, ada 450 hektare yang dibangun pada fase pertama. Kawasan ini dibagi dalam tiga zona usaha, yakni manufaktur dan logistik, inovasi dan ekonomi kreatif, serta industri ringan dan menengah.

Pemerintah sempat menawarkan Kawasan Industri Brebes yang juga berada di Jawa Tengah kepada calon investor, tapi keputusan itu diubah. Menurut Rizal, pengembangan Kawasan Industri Terpadu Brebes memiliki persoalan besar, yaitu kontur tanah yang lebih rendah sehingga perlu penimbunan serta berpotensi banjir karena berada di hilir sungai. “Di Batang tak ada persoalan itu. Kawasan Industri Batang juga dekat dengan jalan tol, pelabuhan, dan rel kereta api,” ucap Rizal.

Rizal pun mengatakan pemerintah mempertimbangkan infrastruktur energi, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang yang dikelola oleh PT Adaro Energy Tbk. “Otomatis itu salah satu infrastruktur yang diunggulkan, walaupun semua kawasan industri di Jawa tak kekurangan pasokan listrik.”

Saat berkunjung ke Batang, Selasa lalu, Presiden Joko Widodo menjanjikan kemudahan layanan investasi, salah satunya skema sewa lahan jangka panjang melalui kerja sama dengan PT Perkebunan Nusantara III (Persero). "Sudah langsung masuk. Enggak usah ngurus  apa-apa, nanti yang ngurus  semuanya dari Kepala BKPM, tentu dibantu gubernur dan bupati.”

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan sudah mengidentifikasi seluruh potensi investasi dan calon pemodal yang akan merelokasi usahanya ke Indonesia. Hingga saat ini, kata dia, sudah ada tujuh perusahaan yang dipastikan masuk ke Indonesia, yaitu Alpan Lighting dari Amerika Serikat; tiga entitas Jepang, yaitu Sagami Electric, Denso, dan Panasonic; Meiloon dan Kenda Tire dari Taiwan; serta LG Electronics dari Korea Selatan. “Baru tiga dari tujuh yang akan merelokasi pabrik ke Batang. Sisanya ke Sumatera Utara, Banten, ada juga Jawa Barat.”

Lewat satuan tugas khusus, BKPM pun sedang melobi 17 calon investor lain untuk datang ke Indonesia serta 119 perusahaan yang memiliki potensi. “Kita harus meyakinkan mereka bahwa Kawasan Industri Batang ialah solusi terbaik dalam rangka mengurangi biaya tanah,” kata dia. “Kita sering kalah saing karena harga tanah kita lebih mahal.”

Corporate Secretary Holding Perkebunan Nusantara PT Perkebunan Nusantara III (Persero), Imelda Alini, mengatakan lahan yang dimanfaatkan adalah milik negara yang dikelola oleh PTPN IX. “Sehingga tidak ada mekanisme pembebasan tanah. Ini bisa meyakinkan investor yang datang untuk menanamkan modal dengan cara sewa jangka panjang.”

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Hedy Rahadian, memastikan lembaganya akan melengkapi kebutuhan infrastruktur. Kawasan Industri Batang, kata dia, sudah terhubung ke sisi utara jalan tol Trans Jawa serta dapat ditempuh dengan durasi empat jam dari Jakarta dan satu jam dari Semarang.

Sumber : https://koran.tempo.co/read/ekonomi-dan-bisnis/454850/bkpm-tawarkan-kemudahan-lahan-di-kawasan-industri-batang?

Author


Avatar