aceh, investinaceh, pranala luar

Ditopang Teknologi Digital, Investasi Manufaktur di Indonesia Diyakini Cerah

Arus investasi di sektor manufaktur Indonesia diyakini memiliki potensi cerah di masa depan seiring dengan kemajuan teknologi dan internet. 
Menurut Plt. Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal, Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) Farah Indriani, proses produksi akan semakin efisien berkat penggunaan teknologi dan internet sehingga potensi pertumbuhan masih lebar. Terlebih, keunggulan geografis dan pangsa pasar domestik yang menggiurkan membuat daya tawar Indonesia cukup atraktif.
“Tidak bisa dipungkiri jika pasar domestik Indonesia adalah magnet investasi, khususnya industri makanan dan minuman. Hanya industri makanan yang porsi PMDN-nya lebih besar dari PMA. Di sini kita yakin kalau industri ini akan cukup stabil dari guncangan ekonomi dunia,” terang Farah dalam keterangan tertulis, Selasa (26/5/2020).
Meskipun data realisasi investasi BKPM untuk sektor industri makanan pada lima tahun terakhir menunjukkan adanya fluktuasi, secara rata-rata terdapat kenaikan 3 persen per tahun dan tetap berada pada peringkat teratas total realisasi investasi sektor sekunder.

Pada tahun 2017, industri makanan mencapai puncak tertinggi dengan total investasi mencapai Rp64,8 triliun atau senilai USD4,86 miliar.
Sementara itu, realisasi investasi industri logam dasar menunjukkan adanya potensi besar yang terlihat dari rata-rata pertumbuhannya mencapai 11 persen per tahun dalam 5 tahun terakhir.
“Kenaikan investasi di industri logam dasar juga merupakan sinyal bahwa pembangunan industri di tanah air berjalan dengan cepat. Indonesia tetap dipercaya oleh investor baik dalam maupun luar negeri,” terang Farah.
Dalam periode 2015 hingga kuartal I/2020, total realisasi investasi terbesar pada sektor manufaktur dicapai oleh industri makanan dengan realisasi sebesar Rp293,2 triliun, industri logam dasar sebesar Rp266,7 triliun, industri kimia dan farmasi sebesar Rp243,9 triliun, industri mineral non logam sebesar Rp109,3 triliun, dan industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lain sebesar Rp 106,4 triliun. 

Sumber :
https://asiatoday.id/read/ditopang-teknologi-digital-investasi-manufaktur-di-indonesia-diyakini-cerah

Author


Avatar