Event, investinaceh, investment, News

PT PIM Berinvestasi di Sektor NPK; Investasi di Aceh Meningkat

LHOKSEUMAWE-Presiden Direktur PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) Husni Achmad Zaki mengatakan  komitmen kepada visi perusahaan pupuk dan petrokimia yang kompetitif maka PIM tahun 2019 melakukan pengembangan perusahaan pembangunan pabrik pupuk Nitrogen, Phospor, Kalium (NPK) kapasitas 500 ribu ton pertahun. Hal itu disampaikan Husni Achmad yang didampingi Direktur Produksi, Teknik dan Pengembangan Pranowo Tri Nusantoro, Direktur Komersil, Rochan Syamsulhadi dan Direktur SDM & Umum, Usni Syafrizal saat temu ramah dengan wartawan, Senin (25/2/2019).

Pembangunan pabrik NPK dengan menginvestasi Rp 1 trilun, diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru. Tak hanya itu, hasil panen petani pun dapat meningkatkan.  Kenapa tidak? Pupuk majemuk mampu meningkatkan kesuburan tanaman baik itu daun, batang dan buah.

“Bila mengutip penjelasan pak Dahlan Iskan (mantan menteri BUMN-red) dahulu, pupuk majemuk atau NPK bisa meningkatkan hasil panen padi dari 5 ton per hektar menjadi 7 sampai  8 ton per hektarnya,” ujar Presiden Direktur PIM, Husni Achmad.

Lebih lanjut dikatakan, kedepannya pupuk NPK lebih berkembang karena lebih lengkap. Harga  pun lebih murah. Kehadiran pabrik pupuk NPK nantinya – kita pun tidak perlu lagi jauh jauh mendatangkan pupuk dari negeri Cina untuk meningkatkan hasil panen petani.

“Awal Maret pembangunan pabrik pupuk NPK dimulai. Rencana selesai pembangunan pabrik 28 bulan.  Selama masa kontruksi diperkirakan dapat menyerap tenaga kerja 700-800 orang. Ya, pertengahan tahun 2021 pabrik sudah selesai,” kata Husni Achmad. Turut mendampingi jajaran Direktur PIM adalah manager Humas, Zulfan Effendi dan sejumlah karyawan pupuk berlogo Gajah Putih.

Investasi dalam pembangunan Pabrik Natrium Phospor dan Kalium (NPK) akan mencapai Rp 1 triliun. Hal itu disampaikan Direktur Utama PIM, Huzni Achmad Zaki menjawab Serambinews.com dalam pertemuan media, Senin (25/2) dalam rangkat HUT ke-37 di Kompleks perusahaan tersebut. Pertemuan tersebut juga dihadiri Direktur Produksi Teknik dan Pengembangan Pranowo, Tri Nusantoro Direktur Komersil Rochan Syamsul Hadi dan Direktur SDM & Umum Usni Syafrizal pejabat PIM lainnya.

“Prosesnya cukup panjang, Alhamdulillah lebih clear skemanya dari likuidator. Bahwa Ada kajian dari Jam Datun (Jaksa Agung Muda Perdata Tata Usaha Negara) untuk memberikan hasil yang optimal bagi AAF, yang paling ideal itu dijual kepada Pupuk Iskandar Muda. Jadi tidak melalui skema ditender seperti yang dulu,” ujar Husni dalam pertemuan tersebut. Disebutkan, setelah ada second opinion (pendapat kedua) dari Jam Datun dan Likuidator, lalu Pupuk Indonesia yang mendapat kuasa, karena memiliki saham mayoritas dari pemegang saham lainnya menjual pabrik tersebut.Tentu penjualan tersebut setelah mendapat izin semua pihak dari konsorsium.


sumber:

Author


Avatar

dpmptsp Aceh

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Aceh