aceh, Bahasa Indonesia, investment, News

Realisasi Meningkat, Aceh Revitalisasi Empat Proyek Investasi

Geliat investasi di Aceh sepanjang tahun 2019 terus meningkat.

Pemerintah Aceh melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mencatat, denyut pertumbuhan realisasi penanaman modal pihak luar di Aceh selama dua tahun terakhir berada pada pencapaian yang cukup positif.
Tak tanggung-tanggung, sepanjang 2019, realisasi investasi di Aceh menyentuh angka Rp 5 triliun

Jumlah ini ternyata melampaui target yang diberikan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu sebesar Rp 4 triliun. Benar-benar capaian yang cukup memuaskan.
Jumlah itu didapat dari berbagai sektor investasi yang menjadi daya tarik para investor untuk datang ke Aceh, baik dari dalam dalam negeri maupun luar negeri.
Empat proyek besar di Aceh yang diyakini menjadi kantung investasi bagi Aceh juga terus dibenahi.
Keempat kantong investasi tersebut adalah Kawasan Perdagangan dan Pelabuhan Bebas (FTZ) Sabang, Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, Aceh Besar, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun, Lhokseumawe, dan Blok North Sumatera B (NSB) atau sering disebut Blok B di Aceh Utara.
Untuk mengoptimalkan empat proyek investasi Aceh itu, Pemerintah Aceh pun siap melakukan revitalisasi, menghadirkan berbagai kemudahan yang ramah investor, dan memberikan pelayanan prima agar penanaman modal di empat kawasan itu berjalan dengan lancar.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dalam pertemuannya bersama Kepala BKPM pada 2 Desember 2019 lalu menyatakan siap melaksanakan perintah Presiden Jokowi dalam melanjutkan infrastruktur, membenahi sumber daya manusia, menyederhanakan birokrasi dan regulasi, serta membuat formulasi ekonomi sehingga target pemerintah dapat dipenuhi.
Untuk itu, Nova memastikan empat proyek besar ini masuk dalam prioritas reformasi dan revitalisasi Pemerintah Aceh.
Revitalisasi ini penting dilakukan untuk melakukan evaluasi dan menguatkan kembali kawasan dimaksud demi manggaet para investor menanamkan modal mereka.
“Hidupnya empat kawasan ini menjadi rantai untuk menggerakkan perekonomian masyarakat Aceh, mengentas kemiskinan, dan untuk pembangunan ke depan. Tak hanya soal lapangan kerja, usaha mikro, pariwisata, dan lain-lain,” kata Nova.
Kepala DPMPTSP Aceh, Dr Aulia Sofyan mengatakan, saat ini Pemerintah Aceh serius melakukan revitalisasi kawasan industri agar ke depan bisa lebih maksimal dalam mendongkrak kesejahteraan di Aceh.
Revitalisasi yang dilakukan termasuk penyegaran dalam manajerial seperti halnya untuk kawasan BPKS Sabang yang menurutnya akan dilakukan penyegaran struktur.
“Mungkin Januari nanti akan dilantik. BPKS dengan menajamen baru bisa bergerak cepat,” kata Aulia.
Untuk KIA Ladong, lanjut Aulia, lahan yang tersedia 60 hektare dan lahan tersebut sudah dikavling-kavling sesuai peruntukan.
Untuk KEK Arun, menurut Aulia progresnya sudah semakin bagus, setidaknya sudah banyak perusahaan yang melirik bahkan yang sudah mendaftar dan mulai melakukan progres produksi.
Di sana, sudah mulai dibangun pabrik pupuk NPK oleh PT Iskandar Muda dengan total investasi mencapai Rp 1 Triliun.
Sementara untuk kawasan Blok B Aceh Utara, memasuki masa transisi pengelolaan. Blok B ini, akan berjalan dan dapat menyerap tenaga kerja dari Aceh yang cukup besar. “Kita siap mengambil alih pengelolaannya,” pungkasnya.(DPMPTSPAceh)

Sumber :
https://aceh.tribunnews.com/2019/12/09/realisasi-meningkat-aceh-revitalisasi-empat-proyek-investasi?page=all



Author


Avatar