aceh, pranala luar

Saatnya Pariwisata kembali ke Kualitas

Dalam diskusi virtual Media Academy, Anggota World Committee on Tourism Ethics dari United Nation World Tourism Organization (UNWTO) I Gede Ardika memaparkan, kebijakan kebijakan baru itu didasarkan pada perubahan paradigma pariwisata, dari orientasi kuantitatif ke kualitatif.
"Kita tidak bisa lagi mengejar target pengunjung, tetapi di arahkan pada wisata yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Pembangunan pariwisata yang kualitatif, yang berlandaskan pada niai luhur agama, masyarakat, dan lingkungan alam," papar Ardika dalam diskusi Opportunity Ahead & Sustainable Tourism yang digagas Media Group tersebut, kemarin.Ia memberi contoh pariwisata di Bali di tahun 1991. 

Pariwisata di 'Pulau Dewata' di masa itu disebutnya sangat berkualitas. Padahal jumlah wisatawan di tahun itu hanya berjumlah 5 juta orang."Beda dengan kondisi saat ini, dengan 8 juta wisatawan atau bahkan ditargetkan 10 juta wisatawan. Tahun 1991, keindahan alam Bali dan tradisi masyarakatnya masih terjaga kemurniannya. 

Wisatawan yang berkunjung mendapatkan wisata yang berkualitas," terang Ardika.Dengan kebijakan 'jaga jarak' di masa pandemi covid-19 saat ini, sambungnya, harusnya dijadikan momentum para pelaku usaha pariwisata untuk mengembalikan pariwisata ke kondisi yang berkualitas tersebut. Apalagi, setelah sepi wisatawan selama kurang lebih tiga bulan sejak Maret 2020, kondisi alam Bali, dan tentunya semua objek wisata lainnya, jadi jauh lebih baik."Udara tak lagi polutif, bahkan kicau burung pun mulai terdengar lagi. Suasana seperti ini yang dicari wisatawan karena tak ternilai harganya. Alam sudah mengembalikannya lagi buat kita manfaatkan," pungkas Ardika.

Bali bersiapDi webinar yang sama, Owner Representative, Intercontinental Bali Resort, Nyoman Winatha menyampaikan, para pelaku industri pariwisata di Bali sudah siap menyongsong era kenormalan baru. Apalagi Bali telah ditunjuk Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai proyek percontohan.

"Dengan kedisiplinan dan dibantu dengan desa adat, Bali tengah bersiap untuk menyambut era new normal ini," kata Winatha. Sejumlah langkah sudah disiapkan para pelaku usaha wisata di sana. Di Intercontinental Bali Resort, misalnya, Nyoman mengungkapkan akan menerapkan program IG Clean Promise yakni sebuah program yang bertujuan memastikan kebersihan, kesehatan, dan keselamatan para tamu maupun karyawan."Orang-orang pada umumnya butuh rasa aman dan percaya diri bahwa kesehatan mereka terlindungi.

Kami bersiap menawarkan kenyamanan tersebut," ungkapnya.Sejumlah protokol pun telah disiapkannya. Misalnya, para tamu yang datang tak akan ada kontak fi sik selama perjalanan dari bandara sampai hotel. Bahkan berbagai pembayaran pun kini menggunakan virtual.

Sumber :
https://m.mediaindonesia.com/read/detail/320073-saatnya-pariwisata-kembali-ke-kualitas

Author


Avatar