aceh, pranala luar

Masuk Aceh Wajib Miliki Surat Hasil Swab

* Perbatasan Akan Ditutup Lagi 
Melonjaknya kasus positif Corona (Covid-19) di Aceh dalam sepekan terakhir, membuat Pemerintah Aceh bersama stakeholder terkait, termasuk Polda Aceh, akan kembali memperketat wilayah perbatasan dengan Sumatera Utara (Sumut). Langkah yang dilakukan adalah akan menutup kembali empat titik perbatasan antara kedua provinsi ini dan setiap warga yang masuk ke Aceh--baik pendatang maupun warga Aceh yang pulang dari daerah lain--wajib memiliki surat bukti hasil uji swab.

Rencananya, keempat titik perbatasan Aceh-Sumut yaitu di Aceh Tamiang, Subulussalam, Aceh Singkil, dan Aceh Tenggara, akan ditutup kembali dalam waktu dekat. Namun, penutupan itu bukan berarti tidak boleh masuk sama sekali. Untuk logistik atau sembako diizinkan, karena tim hanya akan mengawal ketat pendatang atau warga Aceh yang ingin masuk atau pulang kembali ke Aceh.

Dirlantas Polda Aceh, Kombes Pol Dicky Sondani, kepada Serambi, Jumat (26/6/2020), mengatakan, Polda Aceh bersama tim gugus tugas provinsi dan kabupaten/kota (wilayah perbatasan) rencananya akan memberlakukan penjagaan di perbatasan seperti pada saat menjelang Hari Raya Idul Fittri 1441 H beberapa waktu lalu.
"Ditutup, tapi bukan sama sekali tidak boleh masuk. Yang kita halau itu bus-bus umum. Kalau untuk logistik, sembako, dan kebutuhan lain, tetap boleh, tapi ada syaratnya. Ini memang belum final, tapi arah ke sana sudah ada. Sekarang sedang dibahas bagaimana soal kelengkapan dan mekanismenya seperti apa," kata Kombes Dicky.

Penutupan perbatasan, lanjutnya, dilakukan untuk menghalau warga yang datang dari luar Aceh. Sebab, sebut Kombes Dicky, dalam beberapa waktu terakhir sudah ada warga yang positif Corona akibat penularan lokal (local transmission) setelah ada pendatang yang masuk dan warga Aceh yang pulang dari luar daerah.
Untuk itu, menurut Dicky, pihaknya juga akan memberlakukan aturan dimana setiap warga yang masuk ke Aceh--baik pendatang atau warga Aceh yang pulang dari daerah lain--wajib memiliki surat bukti hasil uji swab, bukan lagi surat bukti rapid test seperti selama ini. Semua penumpang kendaraan pribadi yang masuk ke Aceh nanti, sebutnya, wajib mengantongi surat bukti hasil uji swab. Sebab, menurut Dicky, selama ini pasien dan yang terjangkit dari pasien pendatang atau pulang ke Aceh baru terkonfirmasi positif Covid-19 setelah dilakukan uji swab.

"Kita lakukan ini untuk mengurangi warga yang pergi ke Sumut. Sebab, waktu mereka pulang lagi ke Aceh syaratnya akan lebih berat yaitu harus punya surat bukti hasil uji swab, bukan lagi rapid test seperti selama ini. Rapid test sudah biasa dan sudah ada pengalaman yang di Aceh Tamiang, di mana saat di-rapid test hasilnya negatif, tapi saat diswab hasilnya menjadi positif," ungkap Kombes Dicky.
Ditanya kapan kedua kegiatan tersebut mulai dilakukan, Dicky menyatakan, dirinya belum bisa memastikan. Tapi, tambahnya, yang pasti langkah itu akan diberlakukan secepatnya sebagai upaya mencegah orang tanpa gejalan (OTG) positif Covid-19 masuk ke Aceh.

Untuk penutupan perbatasan, kata Kombes Dicky, baru akan dilakukan setelah ada pembahasan final dan ditemukan strategi atau mekanisme yang baik. Dicky mengatakan, dalam hal ini Pemerintah Aceh juga harus memastikan kelengkapan alat di empat titik perbatasan Aceh-Sumut tersebut.
"Untuk hal ini perlu pembahasan mendalam, tapi arahnya memang ke sana. Jadi, jangan sampai kita lakukan tapi kelengkapan belum siap. Karena itu, Pemerintah Aceh harus menyiapkan semua kelengkapan yang dibutuhkan dan akan didistribusikan ke empat kabupaten/kota di perbatasan tersebut," lanjutnya.

"Jadi, hitung-hitungan dulu, strateginya seperti apa, karena ini jangka panjang. Kita juga akan membahas dampak untuk ekonomi kita bagaimana nanti, apakah kita coba seminggu dulu atau langsung satu bulan. Itu pasti akan kita lakukan, tinggal tunggu waktunya saja. Ini semata-mata untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 di Aceh," pungkas Kombes Dicky.
Sumber :
https://aceh.tribunnews.com/2020/06/27/masuk-aceh-wajib-miliki-surat-hasil-swab

Author


Avatar

dpmptsp Aceh

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Aceh