aceh, pranala luar

Mobil Pelat BK Isi BBM Subsidi di Aceh, Begini Tanggapan Pemerintah Aceh di Tengah Heboh Stiker BBM

Di tengah hebohnya isu penempelan stiker BBM subsidi di kendaraan pribadi di Aceh, beredar gambar mobil berpelat BK sedang mengisi BBM subsidi di SPBU. 
"BK pun dapat minyak subsidi di Aceh. Bayar pajak di Medan," demikian celotehan seorang warga sambil mengirim foto mobil pelat BK tadi ke Serambinews.com, Minggu (23/8/2020).

Terkait perihal itu, Serambinews.com kemudian mempertanyakan tentang kasus tersebut kepada Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, Ir Mahdinur MM.
"Ini lah sedang kita cari solusinya, karena ada juga mobil Aceh di luar Aceh yang isi BBM di luar Aceh , jangan salah ambil sikap takut dianggap adanya diskriminasi," katanya.

Untuk saat ini, Pemerintah Aceh hanya melakukan pemasangan stiker BBM subsidi di kenderaan pribadi yang beroperasi di Aceh, termasuk bagi kendaraan berpelat BK.
Kebijakan itu diambil sebagai bentuk sebenarnya bertujuan memberikan kesadaran kepada masyarakat pemilik mobil mewah agar tidak mengisi bahan bakar premium atau solar subsidi.
“Yang kita harapkan adanya budaya malu bagi mereka-mereka yang tidak pantas menggunakan BBM subsidi. Saya yakin saat ini persepsi yang belum sama. Saya pikir kita semua membela rakyat kecil atau yang berhak,” tegas Mahdinur.

Kendati demikian, Mahdinur mengatakan akan terus mencari solusi terhadap kasus mobil plat BK isi BBM subsidi di Aceh.
"Kami terus mencoba mendiskusikan dengan pihak terkait seperti BPKA dan dengan Pertamina sendiri terhadap hal ini, supaya kita jangan salah," pungkasnya.

Isi stiker
Seperti diberitakan Serambinews.com sebelumnya, mobil pribadi takkan dapat lagi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di SPBU se-Aceh, baik Premium maupun Solar.
Kecuali Anda berani memakai stiker bertuliskan "KENDARAAN PENGGUNA PREMIUM BUKAN UNTUK MASYARAKAT YANG PURA-PURA TIDAK MAMPU"
Sedangkan untuk kendaraan pribadi memakai Solar juga harus berani memakai stiker sejenis di bagian depan kaca mobil pribadi Anda.
Stiker ini bertuliskan "KENDARAAN PENGGUNA SOLAR SUBSIDI, BUKAN UNTUK PARA PENIMBUN YANG JAHAT"

Kebijakan ini ditandai penempelan stiker BBM berukuran 75 x 10 cm bertuliskan bacaan itu di kaca mobil angkutan umum (labi-labi) dan pikap L300 di SPBU Lamnyong, Banda Aceh, Rabu (19/8/2020).

Kedua angkutan ini dinilai berhak mendapat BBM subsidi ini karena labi-labi sebagai angkutan umum dan pikap L300 dianggap berhak menerima BBM ini sebagai BBM penugasan.
Penempelan stiker ini dilakukan oleh Asisten II Setda Aceh, H T Ahmad Dadek, mewakili Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah, bersama Kadis ESDM Aceh, Ir Mahdinur MT dan GM Pertamina Sumut, Gede.

Asisten II Setda Aceh, H T Ahmad Dadek, seusai acara ini kepada Serambinews.com mengatakan penempelan stiker ini sebagai tanda dimulainya sosialisasi program ini 19-25 Agustus 2020.
“Setelah masa sosialisasi penempelan stiker BBM subsidi dan BBM penugasan ini nanti berakhir pada 25 Agustus 2020, mobil yang tanpa stiker BBM subsidi (solar) dan BBM penugasan (premium) tidak lagi dilayani.

Ya, tak lagi dilayani untuk pengisian BBM solar dan premium di SPBU di wilayah Aceh,” kata H T Ahmad Dadek.
H T Ahmad Dadek mengatakan program ini murni untuk memperjelas kendaraan yang berhak menerima BBM subsidi di Aceh yang antara lain angkutan umum labi-labi dan pikap L300 tersebut.

Sedangkan untuk mobil pribadi jelas Ahmad Dadek tidak diperkenankan.
Tetapi jika pemiliknya ingin tetap menggunakan BBM subsidi, maka kaca mobilnya itu juga harus ditempel stiker BBM subsidi atau BBM penugasan.
Isi tulisan di stiker itu "Kendaraan Pengguna Premium Bukan untuk Masyarakat yang Pura-pura Tidak Mampu"

Ahmad Dadek menjelaskan ini kebijakan Pemerintah Aceh bekerja sama Pertamina dan Hiswanamigas Aceh.
Kebijakan ini adalah salah satu impelentasi dari pengawasan Perpres Nomor 191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.

Selain itu juga memperhatikan kecukupan kuota Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (JBT), yaitu solar (subsidi) dan jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP), yaitu premium/bensin.
Kepala Dinas ESDM Aceh, Mahdinur, mengatakan program penempelan stiker BBM Solar dan BBM premium di depan kaca mobil angkutan kota dan pikap ini untuk membangkitnya rasa malu kepada masyarakat mampu.

Khususnya kepada mereka yang masih menggunakan BBM subsidi. Adapun stiker ini, kata Mahdinur yang sudah disediakan untuk 156.000 mobil.
GM Pertamina Sumut, Gede mengatakan program ini sangat baik dan baru pertama di Indonesia dan akan dilanjutkan ke semua provinsi lainnya di Indonesia.

Sumber :
aceh.tribunnews.com/2020/08/23/mobil-pelat-bk-isi-bbm-subsidi-di-aceh-begini-tanggapan-pemerintah-aceh-di-tengah-heboh-stiker-bbm?page=all

Author


Avatar

dpmptsp Aceh

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Aceh