aceh, pranala luar

MPU: Penanganan Jenazah Covid-19 di RSUZA Sesuai Syariat

Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh menyatakan, pelaksanaan fardhu kifayah terhadap jenazah korban Covid-19 oleh tim medis Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh sudah sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Hal itu disampaikan Wakil Ketua MPU Aceh, Tgk H Faisal Ali, kepada Serambi, seusai Rapat Majelis MPU Aceh terkait Fatwa tentang Tata Cara Pelaksanaan Tajhiz Mayat Covid-19 Menurut Tinjauan Fiqh, Kamis (23/7/2020). 

Menurut Tgk Faisal, hal itu diketahui setelah MPU Aceh mendengar penjelasan dan melihat praktik tim tajhiz RSUZA dalam rapat dengan pihak rumah sakit tersebut. "Mereka sudah menjelaskan dan mempraktikkan di depan kita, di mana tajhiz mayat yang dilakukan tim medis RSUZA sesuai dengan syariat Islam," ungkap Wakil Ketua MPU Aceh yang akrab disapa Lem Faisal, ini.

Karena itu, Tgk Faisal meminta masyarakat untuk percaya kepada tim medis RSUZA dalam menangani kasus Covid-19, terutama untuk pelaksanaan tajhiz mayat. "Sebab, mereka sudah mempraktikkan dan melakukannya sesuai syariat," timpalnya.
Hal tersebut, menurut Lem Faisal, sesuai dengan isi ke-11 (taushiyah) Fatwa MPU Aceh yang dikeluarkan Kamis (23/7/2020). Pada point ke 5, 6, dan 7 disebutkan; Masyarakat Aceh diharapkan menaati protokol kesehatan dan memercayakan pengurusan tajhiz mayat yang positif Covid-19 kepada petugas. Kemudian, pelaksanaan tajhiz mayat yang positif Covid-19 dilakukan oleh petugas yang memenuhi syarat dan ditetapkan oleh pemerintah. 

Terakhir, masyarakat Aceh diharapkan tidak terprovokasi dari informasi dan berita yang tidak bertanggung jawab terkait dengan tajhiz mayat yang positif Covid-19.
Lem Faisal menegaskan, fatwa tersebut dikeluarkan mengingat belum lama ini terjadi dua kasus, di mana keluarga pasien positif Covid-19 (yang meninggal) tetap bersikeras untuk mem-fardhu kifayah-kan sendiri saudara mereka di rumah atau di tempat pemakaman umum. 

Padahal, seperti diketahui, risikonya cukup tinggi karena dikhawatirkan virus bisa tertular pada orang yang mengurus jenazah tersebut dengan tanpa alat pelindung diri.
Meski sudah menyatakan pelaksanaan tajhiz mayat di RSUZA sesuai syariat, tambah Lem Faisal, namun MPU Aceh tetap meminta pihak rumah sakit tersebut untuk humanis dalam berkomunikasi dengan keluarga pasien. Semua pasien, kata Lem Fasail, harus diperlakukan sama.

"Kita lihat ada komunikasi tim RSUZA dengan keluarga pasien yang tidak humanis. Misalnya, ada warga yang meninggal jam 3 malam, tapi sampai pagi tidak ada penjelasan. Ini yang ingin kita minta diperbaiki. Walau sudah melakukan sudah sesuai syariat, tapi tolong disampaikan kepada masyarakat dengan bahasa yang sesuai dengan kearifan lokal Aceh kita," harap Lem Faisal.

Disebutkan, tim perumus fatwa tersebut terdiri atas Tgk H Faisal Ali (koordinator), Tgk Abu Yazid Alyusufi (ketua), Tgk H Helmi Imran, SHI MA (sekretaris), serta empat anggota yakni Tgk H Mutiara Fahmi Lc MA, Ustaz H Qaharuddin Kombih SAg MAg, Tgk H M Tabri Lc, dan Tgk. Multazam. Menurutnya, fatwa tersebut dikeluarkan setelah digelar musyawarah ulama di MPU Aceh.

“Semua anggota tim perumus sudah menandatangani fatwa tersebut, tinggal tanda tangan oleh abu pimpinan. Subtansinya tidak ada perubahan," kata Lem Faisal. Selama ini, katanya, MPU Aceh belum mengeluarkan fatwa tentang tata cara pelaksanaan tajhiz jenazah korban Covid-19. "Yang ada baru dalam bentuk taushiyah dan cuma dua poin," ujarnya.

7 Positif 1 meninggal
Informasi lain, setelah hampir seminggu kasus Covid-19 di Aceh bertambah secara perlahan--hanya satu hingga dua orang per hari--pada Kamis (23/7/2020), jumlahnya bertambah secara signifikan yakni tujuh orang dalam sehari. Tiga orang berasal dari Aceh Tamiang dan empat dari Aceh Barat Daya (Abdya). Salah satu pasien dari Abdya meninggal dalam perjalanan menuju RSUZA.
Kadis Kesehatan Aceh, dr Hanif, kepada Serambi, kemarin, mengatakan, ketujuh orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu diketahui berdasarkan hasil swab yang dikeluarkan Laboratorium Balitbangkes Aceh, Rabu (23/7/2020) siang. Mereka adalah P (51), Z (51), dan AT (17), ketiganya perempuan, warga Aceh Tamiang.

Tiga lagi adalah Ms (55), perempuan, warga Kecamatan Urban Sabil, Mm (40), laki-laki, penduduk Kecamatan Babahrot, dan VY (27), perempuan, warga Kecamatan Susoh, Abdya.

Satu lagi dari Abdya adalah Mn (63). Namun, laki-laki asal Kacamatan Lembah Sabil ini mengembuskan napas terakhir di ambulans saat dirujuk dari Abdya ke RSUZA.
"Pak Mn meninggal di kawasan Lhoknga, Aceh Besar, dalam perjalanan dari Abdya ke Banda Aceh pada 21 Juli 2020 pukul 07.00 WIB," ungkap Direktur RSUZA, dr Azharuddin, secara terpisah, kemarin. Meski meninggal dalam perjalanan, menurut Azharuddin, tapi jenazah Mn sesampai di RSUZA diperlukan sebagai jenazah korban Covid-19. "Alhamdulillah, keluarganya sangat kooperatif. Fardu kifayahnya secara protokol Covid," ujarnya.

Kemudian, dilakukan tracing terhadap orang-orang yang sempat kontak erat dengan almarhum. "Hasil tracing close contact ternyata ada dua yang positif. Dari tiga orang yang datang ke RSUZA untuk diswab, dua orang positif yakni Ms dan Mm. Sedangkan seorang lagi dokter. Hasil swabnya negatif," rinci Azharuddin.

Tgk HB juga positif
Selain itu, berdasarkan hasil swab real time polymerase chain reaction (RT-PCR), Tgk HB (71), seorang pimpinan pesantren asal Bireuen, juga dinyatakan positif Covid-19. Tgk HB sudah dua hari dirawat di Ruang RICU RSUZA. Pada hari pertama, ia terkonfirmasi positif Corona berdasarkan metode tes cepat molekuler (TCM). Untuk lebih meyakinkan, dilakukan lagi RT-PCR di Lab Balitbangkes Aceh. Hasilnya keluar pada 22 Juli 2020 menjelang Magrib dan baru 23 Juli 2020 dilapor ke RSUZA dengan hasil positif Covid-19. "Untung sudah kita TCM duluan dan dirawat sesuai protokol Covid-19," kata Azharuddin.

Dengan tambahan tujuh kasus kemarin, total orang yang terinfeksi Covid-19 di Aceh sejak Maret lalu mencapai 158 orang. Dari jumlah itu, sepulub orang meninggal, 77 orang sembuh, dan sisanya sedang dirawat pada sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 di Aceh.

Sumber :
https://aceh.tribunnews.com/2020/07/24/mpu-penanganan-jenazah-covid-19-di-rsuza-sesuai-syariat?page=all

Author


Avatar

dpmptsp Aceh

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Aceh