aceh, News, pranala luar

Proyek Multi Years Untuk Siapa?

Proyek Kedua yang sangat fenomenal dikenang masyarakat Barat – Selatan (Barsela) adalah era ‘bebas rakit’ oleh mantan gubernur Aceh Ibrahim Hasan ketika itu. 

Ini adalah sebuah ‘hadiah’ yang boleh dikatakan nikmat lancar transportasi di era melepas keterisolasian masyarakat serta mempermudah akses dan memangkas jarak tempuh.
Lalu mengulang kembali jalan jaring laba-laba dan kemudian diganti nama jalan Ladia Galaska (Lautan Hindia Gayo Lues Selat Malaka) tahun 2000. 

Disini nampak kemajuan pembangunan fisik meski dengan anggaran tidak seberapa ada atau ‘cilet – cilet’.
“Kalau mau bangun jalan harus purna, jangan bangun setengah-setengah. Misal tahun ini Rp 6 milyar, besok Rp 10 milyar. Mau dibangun yang ini dibelakang sudah rusak.
Bagaimana bisa bagus’, ujarnya Bupati Abdya Akmal Ibrahim saat menyambut kunjungan Plt Gubernur Aceh, di jalan lintas Tongra Gayo Lues – Babahrot, Abdya, Sabtu (12/9) malam.

‘Saya ingat betul, kala itu ada beberapa tulisan soal jalan jaring laba-laba dan Ladia Galaska ini’, sebut mantan wartawan Serambi itu kepada awak media.

Akmal mengisahkan orangtuanya dulu berjalan kaki ke Gayo Lues lima hari lima malam dengan membawa bakal makanan. Dan sekarang ia mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Aceh yang telah membuka kembali untuk dibangun pada tahun 2020 ini.

Hal senada juga diungkapkan Bupati Aceh Singkil Dul Mursid ia mengatakan jalan dan jembatan merupakan urat nadi perekonomian daerah. Kehadiran Plt Gubernur Aceh di daerahnya menjadi penghapus dahaga bagi masyarakatnya terutama di kawasan Kuala Baro.

Tidak hanya Akmal, Bupati Aceh Singkil Dul Mursid sangat mengharapkan jalan dan jembatan Kilangan menuju Kuala Baro dan tembus ke Buluseuma, Trumon bisa tembus pada akhir tahun 2021.

‘Kami masyarakat Singkil sudah lama bisa terbebas dari isolasi selama ini’, ujar Mukhtar sebagai penarik becak di wilayah itu.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengatakan Pemerintah Aceh wajib melaksanakan pembangunan untuk meningkatan dan pemerataan pendapatan masyarakat, kesempatan kerja, lapangan berusaha, akses dan kualitas pelayanan publik, serta daya saing daerah sesuai pasal 258 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

Maka untuk menghubungkan (konektifitas) 6 .5 bh6n. 12 Ruas jalan tembus di Aceh maka dengan mek6h6 anisme penganggaran tahun jamak/multiyears contract (MYC) tersebut sudah melalui proses panjang dan tahapan sesuai ketentuan perundang-undangan.

Dasar implementasinya antara lain, Qanun Aceh Nomor 12 Tahun 2019 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Tahun Anggaran 2020; Peraturan Gubernur Aceh Nomor 80 Tahun 2019 tentang Penjabaran APBA Tahun Anggaran 2020; dan Peraturan Gubernur Aceh Nomor 38 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Gubernur Aceh Nomor 80 Tahun 2019 tentang APBA Tahun Anggaran 2020.

Tidak ada pembatalan Qanun Aceh Nomor 12 Tahun 2019 tentang APBA Tahun Anggaran 2020. Karena itu semua kegiatan pembangunan yang telah diprogramkan wajib dilaksanakan Pemerintah Aceh, termasuk 12 ruas jalan yang dilaksanakan dengan mekanisme MYC itu.

Kita sudah beberapa kali melskukan pembicaraan secara personal antara dirinya dengan teman-teman di dewan tentang jalan ini sudah berjalan dengan baik.

Pembicaraan sudah sangat panjang dan dicapai konsensus, sehingga Qanun Nomor 12 Tahun 2019 tentang APBA Tahun 2020 disahkan, setelah melalui proses review di Kemendagri RI.

Kini sudah tahap pelaksanaannya. Mari saling bersinergi dan bersama-sama melancarkan pembangunan 12 ruas jalan yang ditunggu-tunggu masyarakat itu, supaya selesai dan fungsional tahun 2022. 

Sumber :
https://harianrakyataceh.com/2020/09/17/proyek-multi-years-untuk-siapa/

Author


Avatar

dpmptsp Aceh

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Aceh