aceh, investinaceh, News, pranala luar

Ratusan Dayah Akan Diakreditasi

Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Zahrol Fajri SAg MH mengungkapkan, dalam waktu dekat ini Majelis Akriditasi Dayah Aceh (MADA), akan bekerja melakukan akriditasi terhadap 749  dayah usulan baru dan dayah lama, yang sudah mengalami perubahan signifikan, dampak dari pandemi covid 19 di Aceh.

“ Akriditasi itu dilakukan, setelah Gubernur Aceh Ir H  Nova Iriansyah MT menerbitkan SK Penetapan Ketua dan  Wakil Ketua serta tiga orang anggota MADA,” kata Zahrol Fajri didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan Dayah, Azhari SAg MSi kepada Serambinews.com, di ruang kerjanya (10/3/2021) di Banda Aceh.


Zahrol mengungkapkan, penilaian dan pemberian akriditasi dalam sebuah lembaga pendidikan itu sangat penting sekali. Tujuannya agar lembaga pendidikan itu memiliki grade dan standar yang terukur dalam peningkatkan SDM guru serta lulusan para santrinya.

Kecuali itu, akriditasi akan membuat standarisasi yang jelas untuk sebuah lembaga pendidikan agar bisa berkompetisi dan berstandar tingkat nasional maupun Internasional.

Pada kelembagaan pendidikan agama, seperti dayah, harus kita lakukan penilaian akriditasi, jangan hanya untuk perguruan tinggi saja.
Jumlah dayah yang telah diakriditasi dua tahun lalu di Aceh, sebut Zahrol, ada 1.136 unit dayah. Yang berstatus akriditasi A plus baru sebanyak 23 dayah, Tipe A 94 dayah, Tipe B 168 dayah, tipe C 338 dayah dan non tipe 513 dayah. Sedagkan dayah usulan baru yang mau dinilai dan diberikan akriditasinya sebanyak 749 dayah.

 Anggota Majelis Akreditasi Dayah Aceh (MADA) yang berjumlah lima orang itu, ungkap Zahrol, dalam Qanun Nomor 9 tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Dayah dan Pergub Nomor 64 Tahun 2019 tentang Badan Akreditasi Dayah (MADA), penjaringan dan pemilihannya sudah dilakukan secara terbuka yang dilakukan oleh Tim Panitia Seleksi (Panses).

Kelima anggota MADA yang terpilih, pada tanggal 13 Februari lalu, sudah diterbitkan SK penetapannya oleh Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT dalam suratnya nomor 821/29/2021.

Setelah ada penetapan sebagai anggota MADA, untuk pemilihan Ketua dan Wakil Ketua MADA, kelima anggota MADA itu diberikan hak otonom untuk melakukan pemilihan kembali untuk jabatan Ketua dan Wakil Ketua MADA.
Setelah kelima orang tersebut memilih Ketua dan Wakil Ketua MADA, mereka mengusulkan kembali Kepada Dinas Pendidikan Dayah untuk penerbitan SK penetapan Ketua dan Wakil Ketua serta tiga orang anggota MADA dari Gubernur Aceh.

Tahapan itu, kata Zahrol, sudah dilakukan oleh kelima anggota MADA itu dan kini tinggal menunggu SK Penetapan Ketua, Wakil Ketua dan anggota MADA-nya dari Gubernur Aceh.
Sambil menunggu SK Penetapan Ketua dan Wakil Ketua MADA dari Gubernur Aceh, kelima anggota MADA itu, ditugaskan untuk penyusunan petunjuk pelaksana dan petunjuk tenis dalam pelaksanaan tugasnya melakukan penilaian akriditasi terhadap 749 dayah usulan baru yang akan diakriditasi pada tahun 2021 ini.

Zahrol menyebutkan, ada 12 kriteria penilaian dayah dan 22 sub komponen. Ke 12 kreteria penilaian itu, pertama penilain kelembagaan dan organisasi/Yayasan/LPI, kedua status penilaian kepemilikan tanah/sertifikat/wakaf.

Ketiga penilaian jenjang dan kualifikasi pendidikan pengurus dayah, keempat penilaian jumlah santri/guru dayah, kelima penilaian jenjang pendidikan yang diterapkan. Keenam penilaian bidang ilmu dan kitab yang diajarkan di dayah, ketujuh penilaian jumlah santri berdasarkan bidang ilmu, kedelapan penilaian jadwal belajar kitab.

Kesembilan evaluasi pendidikan, kesepuluh penilaian kegiatan pendidikan tambahan lainnya, kesebelas penilaian hubungan masyarakat/pengabdian lingkungan dan kedua belas penilaian sarana dan prasarana.

Hasil penilaian ke 12 kriteria itu, akan dikatagorikan dalam lima tipe. Pertama Dayah Tipe A Plus, nilainya 730 ke atas, Dayah tipe A, nilainya 551 – 700, Dayah Tipe B, nilainya 401 – 550, Dayah Tipe C nilainya 251 – 400, dan Dayah Non Tipe nilainya paling kecil 250. Dari 12 komponen penilian tadi, masih ada 22 penilian sub komponen lainnya.

Sebelum anggota MADA bersma stafnya melakukan penilaian untuk pemberikan akriditasi terhadapa dayah usulan baru, kata Zahrol, mereka harus lebih dulu melakukan sosialisasi 12 kriteria penilian dan 22 sub komponen peniliannya kepada 749 dayah usulan baru yang mau dilakukan penilaian.

Sebelum merekamelakukan sosislisas, kata Zahrol, kelima anggota MADA ini, sudah lebih dulu memaparkan buku kerjanya masing-masing kepada Sekda Aceh, dr Taqwallah M.Kes, di ruang kerjanya, pada hari Selasa (9/3) kemarin. “ Hal ini dimaksudkan, supaya dalam melaksanakan tugas dan fungsiya nanti di lapangan tidak salah kaprah,” ujar Taqwallah.

Sosialisasi 12 kriteria dan 22 sub kreteria kepada 749 dayah usulan baru yang mau diberikan akriditasi lima tipe dayah tadi, kata Zahrol, dilakukan supaya dayah usulan baru yang mau diberikan penilaian akriditasi, mereka telah menyiapkan diri lebih dulu.


Dan juga perlu diketahui, kepada dayah lama yang telah mengalami perubahan kondisi dayahnya, dampak dari bencana pandemi covid 19, dimana jumlah santri dayah, sudah berkurang. Akan dilakukan akriditasi kembali.

Tujuan dari sosilaisasi itu, kata Zahrol, pada saat lima anggota MADA bersama staf pembantunya, turun ke daerah untuk melakukan penilaian kondisi  dayah usulan baru itu, pengurus dayahnya sudah siap untuk  menerima penilaian dan hasil akreditasi yang akan diterbitkan MADA.

Lima anggota MADA yang sudah ditetapkan Gubernur Aceh, adalah Tgk Haekal Afifa Asyarwani, Tgk Ibnu Hajar, Tgk Marbawi Yusuf, Tgk Ilham Mirsal, MA dan Tgk Syarwani. Dalam melaksanakan tugasnya, mereka akan dibantu tiga orang pegawai dari Dinas Pendidikan Dayah dan 30 orang staf pembantu.


Siapa saja orang yang akan menjadi staf pembantu lima anggota MDA tersebut, Dinas Pendidikan Dayah, menyerahkan kepada lima anggota MADA itu untuk merekrutnya.(*)



Sumber : https://aceh.tribunnews.com/2021/03/10/mada-akan-akreditasi-749-dayah-baru-di-aceh












Author


Avatar

dpmptsp Aceh

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Aceh