aceh, investinaceh, investment, News, pranala luar

UKM Partners Up Lakukan Study Tour ke PT. Yakin Pasifik Tuna Lampulo

BANDA ACEH - Kesungguhan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh meng-upgrade UKM Program Partners Up agar layak masuk investasi tidak hanya berhenti pada kegiatan pendampingan oleh Konsultan Pendamping saja. 

Namun hingga melakukan Study Tour ke perusahaan eksportir PT. Yakin Pasifik Tuna Banda Aceh, Kamis, (17/6), dalam rangka mempersamakan persepsi dan memberikan inspirasi bagi delapan UKM terpilih selama masa pendampingan berjalan.

Field trip tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Iklim Penanaman Modal (P2IPM), Rahmadhani, yang diikuti oleh UKM CV Megah Tani, UD Bitata Food, Lady's Fashion, Koperasi Inovac, Laisya Gayo, Cadeeva Avocado Oil, Yusi Yogurt, dan Donya Kupie.

Kegiatan Study Tour merupakan rangkaian kegiatan yang sudah diprogramkan dalam kurikulum pendampingan Partners Up atau metode belajar secara langsung ke perusahaan eksportir.

Kepala DPMPTSP Aceh, Marthunis merasa bangga karena hari ini salah satu pengusaha muda sukses Aceh, Almer Havis yang merupakan penanggung jawab PT Yakin Pasifik Tuna banyak memberikan pencerahan, inspirasi, dan semangat bagi pelaku UKM Aceh.

"Kita berharap dengan adanya kesempatan berkunjung ke PT Yakin Pasifik Tuna, pelaku UKM dapat belajar bagaimana kegiatan ekspor itu bisa dilakukan. Lebih spesifik lagi bagaimana investasi bisa masuk ke perusahaan," tutur Marthunis.

Pabrik pengolahan ikan tuna yang berada di kawasan PPS Lampulo Kota Banda Aceh itu telah mengekspor Ribuan ton ikan tuna pertahun ke Jepang. 

PT Yakin Pasifik Tuna saat ini mampu memproduksi rata-rata 15 ton olahan ikan tuna setiap bulannya dengan tujuan pasar ekspor dan domestik. Semua bahan baku yang dipasok adalah hasil tangkapan nelayan Aceh.

Lebih lanjut, Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Iklim Penanaman Modal (P2IPM), Rahmadhani, mengatakan, "agar kegiatan ini dapat menjadi pelajaran bagi pelaku bagaimana kemudian semangat itu dapat diwujudkan dalam bentuk aksi, dalam bentuk kinerja, dan bagaimana mereka bekerja melakukan ekspor."

Terkait dengan progres yang telah dicapai selama 2 bulan masa pendampingan, Rahmadhani menyebutkan secara umum mereka sudah banyak mendapatkan pendampingan, lesson learnt, dan juga transfer knowledge dari Konsultan Pendamping.

"Alhamdulillah dari sisi kapasitas kita melihat ada perubahan yang signifikan kita rasakan pada saat ini, artinya yang sebelumnya mereka melakukan bisnis biasa-biasa saja kini mulai melaksanakan tidak seperti biasanya," tambah Rahmadhani.

Ia menilai kedelapan UKM terpilih itu telah menunjukkan performa yang sangat baik terutama adanya perubahan pemahaman dalam pengelolaan usaha selama mengikuti program Partners Up.

"Sudah ada perubahan dari sisi manajerial, kapasitas sumber daya manusia, dan yang lebih senang lagi ada tenaga kerja yang bertambah, meskipun mereka harus terus mengasah kemampuan agar mempersiapkan diri untuk bersaing secara bisnis serta mampu menciptakan produk-produk inovatif kedepannya,"

Lebih jauh Rahmadhani berharap agar UKM binaan ini menjadi wirausaha yang mampu berdaya saing dan naik kelas secara bisnis dengan competitor karena selama ini telah melakukan perubahan-perubahan signifikan dalam tata kelola usaha yang baik.

Untuk itu Pemerintah Aceh melalui Dinas DPMPTSP akan terus memberikan pendampingan meski diakhir Juli 2021 diperkirakan program Partners Up akan berakhir.

"Termasuk dalam waktu dekat kita akan menggelar Pitching Deck Business dengan mitra swasta dan calon investor agar mereka mendapatkan mitra kerja atau investor yang bisa kerjasama." kata Rahmadhani mengakhiri pembicaraan. (*)

Author


Avatar

dpmptsp Aceh

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Aceh