aceh, pranala luar

Update Covid-19 di Aceh – Tambah 43 Warga Aceh Positif Corona, Satu Lagi Meninggal

Jumlah warga Aceh yang terkonfirmasi positif Covid-19 terus bertambah. 
Pada hari ini, Rabu (5/8/2020), 43 orang dilaporkan terinfeksi, satu di antaranya meninggal, yakni warga Banda Aceh.

Dengan demikian, total warga yang meninggal akibat Covid-19 di Aceh sejak Maret lalu sudah 18 dari 483 orang yang positif.
Sedangkan yang sembuh kemarin bertambah tiga orang, sehingga totalnya 141 orang.
Informasi tentang bertambahnya jumlah warga yang positif maupun yang meninggal itu diperoleh Serambinews.com dari Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr Hanif, Rabu petang.

Namun, kali ini, seperti dua hari lalu, Hanif tidak lagi merincikan inisial, umur, dan jenis kelamin para pasien dan korban Covid-19 di Aceh.
Dari tabel yang dikirimkan Hanif via WhatsApp kepada Serambinews.com tampak yang terbanyak positif Covid-19 kemarin adalah warga Banda Aceh, mencapai 22 orang.
Diduga, keluarga besar Darwati A Gani (istri mantan gubernur Aceh, Irwandi Yusuf) yang positif sebanyak 15 orang termasuk dalam kelompok 22 orang ini.
“Hasil swab kami keluarnya tadi malam. Saya diberi tahu oleh Pak Azharuddin (Direktur RSUZA Banda Aceh -red) bahwa semua hasil swab kami positif,” kata Darwati tadi pagi.

Setelah Banda Aceh, Aceh Besar menempati peringkat kedua, yakni delapan warganya positif corona hari ini.
Disusul empat orang dari Aceh Selatan,, satu dari Aceh Barat, dan satu lagi dari Kota Sabang. Selain itu, enam orang yang positif itu berasal dari luar daerah.

Ini pertama kali warga non-Aceh yang terinfeksi Covid-19 di Aceh mencapai jumlah sebanyak itu.

Biasanya hanya satu dan paling banyak dua orang dalam sehari.
Dengan tambahan enam orang tersebut, berarti sudah 20 orang luar daerah yang positif corona di provinsi khusus dan istimewa ini.
Delapan di antaranya sembuh, satu meninggal, yakni Suh (60), asal Sumatera Utara.
Di luar itu, ada satu warga negara asing, yakni MD (37) yang positif corona di Aceh pada 25 Juni lalu.
Namun, anak buah kapal asing itu sudah sembuh dan sudah dideportasi ke negara asalnya, Filipina.
Banda Aceh teratas
Berdasarkan data yang dikirim Hanif kepada Serambinews.com petang tadi terlihat bahwa dari 23 kabupaten/kota di Aceh, hanya Kabupaten Aceh Singkil yang nihil warganya terinfeksi Covid-19.

Sedangkan di peringkat teratas jumlah warganya yang terkonfirmasi positif Covid-19 adalah Banda Aceh, yakni 143 orang positif, 37 sembuh, dan empat orang meninggal.

Di posisi kedua Aceh Besar, dengan jumlah warganya yang terinfeksi corona 90 orang, sembuh 44, dan meninggal enam orang.
Disusul Aceh Tamiang, 44 orang positif, sembuh 12 orang, dan tak ada yang meninggal.
Berikutnya adalah Bener Meriah, tercatat 34 orang positif, dua sembuh, dan yang meninggal nihil.

Setelah itu Aceh Barat Daya, 24 warganya positif Covid, satu sembuh, dan satu meninggal.
Warga Banda Aceh
Meski ada satu orang warga Banda Aceh yang hari ini meninggal, tapi Serambinews.com tidak mendapatkan identitas dan lokasi meninggalnya. 
Dr Hanif yang ditanya tentang itu tak lagi memberi jawaban.

Sedangkan Direktur Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA), Dr dr Azharuddin SpOT yang ditanyai tentang itu mengaku tak seorang pun ada pasien Covid di rumah sakit itu yang meninggal hari ini.
Direktur RSUD Meuraxa, dr Fuziati SpRad yang ditanyai terpisah juga menyatakan tak ada pasien Covid-19 yang meninggal di rumah sakit itu hari ini maupun kemarin.
“Pasien terakhir yang meninggal di rumah sakit kami adalah NA (63), tapi dia warga Aceh Besar, bukan Banda Aceh. Meninggalnya pun tanggal 31 Juli lalu pukul 21.00 WIB. Selain itu belum ada,” ujar dr Fuziati.

Dengan bertambahnya 43 orang kemarin, maka total yang terinfeksi Covid-19 di Aceh sejak Maret lalu mencapai 483 orang, yang sembuh 141 orang, dan yang meninggal 18 orang.
Tambah 96 orang
Sementara itu, sumber Serambinews.com di Laboratorium Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unsyiah tadi sore menyebutkan bahwa ada tambahan 96 orang yang positif corona di Aceh berdasarkan hasil swab yang mereka periksa. 

Jumlah tersebut hasil kumulatif dari dua hari pemeriksaan.
Pada hari Selasa (4/8/2020), dari 130 spesimen swab yang diperiksa, 32 hasilnya positif.

Sedangkan Rabu siang, dari 100 spesimen yang diperiksa, 64 di antaranya positif.
Rektor Unsyiah, Prof Dr Samsul Rizal MEng yang ditanya tentang data itu tidak membantahnya.
“Ya, kepada saya juga dilaporkan seperti itu. Bahkan masih ada 86 spesimen lagi yang sedang diperiksa.
Hasilnya, mungkin besok baru ada,” demikian Samsul yang menganjurkan sebaiknya tidak ada delay (penundaan) pelaporan data Covid-19 ke Satgas Covid-19 Pusat, baik yang berasal dari Unsyiah maupun Laboratorim Balitbangkes Aceh.
“Kita perlu pendapat epidemiologis dan ahli statistik apa akibat dari penundaan pelaporan data-data pasien Covid tersebut,” kata Samsul Rizal.
Direktur RSUZA menyarankan, data Covid-19 itu mestinya dilaporkan dan dipublikasi secara tepat waktu setiap hari, tanpa perlu ditunda apalagi lebih dari dua hari.
“Ini termasuk urusan wajib (bagi pemegang otoritas) dan sangat berisiko terhadap efektivitas dalam memutus atau meminimalisasi risiko mata rantai penularan Covid di Aceh,” demikian Dr Azharuddin.

Sumber :
https://aceh.tribunnews.com/2020/08/05/update-covid-19-di-aceh-tambah-43-warga-aceh-positif-corona-satu-lagi-meninggal?page=all

Author


Avatar

dpmptsp Aceh

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Aceh